RSS

Arsip Kategori: Kata-kata Mutiara

>Berbuat Baik & Menjauhi Keburukan

>

Sayidina Ali ra

Kebaikan bukanlah dengan bertambah banyaknya harta dan anakmu. Akan tetapi kebaikan adalah dengan bertambah banyaknya ilmumu, bertambah besarnya kesabaranmu, dan engkau menyaingi orang lain dengan ibadahmu kepada Tuhan mu. Maka, jika engkau berbuat baik, engkau memuji Allah ‘Azza wajalla; dan jika engkau berbuat buruk, engkau beristighifar kepada Allah.

Tidak ada kebaikan di dunia ini kecuali bagi dua golongan manusia, yaitu: Pertama, seseorang yang berbuat dosa, lalu dia cepat-cepat meluruskan perbuatannya dengan bertobat. Kedua, seseorang yang bersegera dalam amal kebajikan. Tidaklah dipandang sedikit

   1. perbuatan yang dilakukan dengan ketakwaan, maka bagaimana dapat dikatakan sedikit suatu perbuatan yang diterima (Allah)?
   2. Kesempatan terus berjalan seperti jalannya awan. Oleh karena itu, cepat-cepatlah kalian ambil segala kesempatan yang baik (sebelum Ia berlalu dari kalian).
   3. Kedermawanan yang sebenarnya adalah berniat melakukan kebaikan kepada setiap orang.
   4. Di antara amal kebajikan yang paling utama adalah: berderma di saat kesusahan, bertindak benar ketika sedang marah, dan memberi maaf ketika mampu untuk menghukum.
   5. Kebaikan yang tidak ada keburukan di dalamnya adalah bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan, dan bersabar ketika mendapatkan musibah.
   6. Berbuatlah kebaikan dan janganlah kalian meremehkannya sedikit pun. Sebab, yang kecilnya adalah besar dan sedikitnya adalah banyak. Dan janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mengatakan, ”Sesungguhnya orang lain Iebih utama dalam hal melakukan kebaikan ini daripada saya.” Maka, demi Allah, perkataannya akan menjadi kenyataan. Sesungguhnya bagi kebaikan dan keburukan ada pemiliknya (pelakunya). Maka, bagaimanapun kalian meninggalkan di antara keduanya, ada orang lain yang akan mengerjakannya.
   7. Jika seseorang meninggal dunia, terputuslah segala amal nya kecuali tiga: sedekah jariah; ilmu yang dia ajarkan kepada manusia lalu mereka mendapatkan manfaat dengannya; dan anak yang saleh yang mendoakannya.
   8. Maafkanlah kesalahan orang-orang yang memiliki akhlak yang mulia karena setiap orang di antara mereka, jika melakukan suatu kesalahan, pasti tangan Allah ada bersama tangannya yang mengangkat kesalahannya itu.
   9. Janganlah engkau meninggalkan kebaikan karena zaman selalu berputar. Banyak sekali orang yang pagi harinya mengharapkan kebaikan (pemberian) orang lain berubah menjadi orang yang diharapkan kebaikannya oleh orang lain, dan orang yang kemarinnya mengikuti orang lain berubah menjadi orang yang diikuti.
  10. Permulaan kebaikan di pandang ringan, tetapi akhirnya dipandang berat. Hampir-hampir saja pada permulaannya dianggap sekadar menuruti khayalan, bukan pikiran; tetapi pada akhirnya dianggap sebagai buah pikiran, bukan khayalan. Oleh karena itu, dikatakan bahwa memelihara pekerjaan lebih berat daripada memulainya.
  11. Dengan kebaikan, orang yang merdeka dapat diperbudak.
  12. Pasti untukmu ada seorang teman di dalam kuburmu. Oleh karena itu, jadikanlah temanmu itu seorang yang berwajah tampan yang wangi baunya. Dia adalah amal saleh.
  13. Memulai pekerjaan adalah sunnah, sedangkan memeliharanya adalah wajib.
  14. Tidak ada perdagangan yang seperti amal saleh, dan tidak ada keuntungan yang seperti pahala.
  15. Jika engkau merasa lelah dalam kebajikan, maka sesungguhnya kelelahan itu akan hilang, sementara kebajikan akan kekal.
  16. Belanjakanlah hartamu dalam hal yang benar, dan janganlah engkau menjadi penyimpan harta untuk selain dirimu (orang lain).
  17. Benar-benar mengherankan, orang yang dikatakan kebaikan ada padanya padahal kebaikan itu tidak ada pada dirinya, bagaimana dia merasa gembira? Dan juga benar-benar mengherankan, orang yang dikatakan keburukan ada padanya, padahal keburukan itu tidak ada pada dirinya, bagaimana dia marah?
  18. Tidak ada yang mengetahui keutamaan orang yang memiliki keutamaan kecuali orang-orang yang memiliki keutamaan.
  19. Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dikhususkanNya dengan berbagai kenikmatan untuk kemanfaatan hamba-hamba-Nya yang lain. Allah mengukuhkan kenikmatan (harta) itu di tangan mereka selama mereka mendermakannya. Maka, jika mereka tidak mendermakannya, pasti Allah akan mencabutnya dari mereka, kemudian Dia mengalihkannya kepada orang-orang selain mereka.
  20. Kebajikan adalah apa yang dirimu merasa tenang padanya dan hatimu merasa tenteram karenanya. Sedangkan dosa adalah yang jiwamu merasa resah karenanya dan hatimu menjadi bimbang.
  21. Jika bentuk keburukan bergerak dan tidak tampak wujudnya, maka Ia akan menyebabkan ketakutan; dan jika tampak wujudnya, maka Ia akan menyebabkan kesakitan. Sebaliknya, jika bentuk kebaikan bergerak dan tidak tampak wujudnya, maka ia akan menyebabkan kegembiraan; dan jika tampak wujudnya, maka ia akan menyebabkan kenikmatan.
  22. Lemparkan kembali batu itu dari arah mana ia datang, karena sesungguhnya kejahatan tidak didorong kecuali oleh kejahatan.
  23. Tangguhkanlah keburukan karena sesungguhnya jika engkau menghendaki, niscaya engkau akan terburu-buru mengerjakannya.
  24. Pelaku kebaikan lebih baik daripada kebaikan itu sendiri, dan pelaku kejahatan lebih jahat daripada kejahatan itu sendiri.
  25. Bersahabatlah dengan orang-orang yang baik, niscaya engkau akan termasuk di antara mereka; dan tinggalkanlah orang-orang jelek, niscaya engkau terpisah dari mereka.
  26. Janganlah engkau bersahabat dengan orang jahat karena sesungguhnya watakmu mencuri dari sebagian wataknya, sementara engkau tidak tahu.
  27. Orang-orang jahat mengincar keburukan manusia dan meninggalkan kebaikan mereka, sebagaimana lalat mengincar tempat-tempat yang busuk.
  28. Sesuatu yang manfaatnya bersifat umum adalah kematian bagi orang-orang jahat.
  29. Janganlah kalian bersahabat dengan orang-orang jahat karena Sesungguhnya mereka mengungkit-ungkit kebaikan mereka terhadap kalian.

 
 

>UNTAIAN KALIMAT HIKMAH ALI bin ABI THALIB

>

ILMU & PENGAMALANNYA
1. Ilmu berhubungan dengan amal. Barangsiapa yang berilmu, nis-caya mengamalkan ilmunya. Ilmu memanggil amal; maka jika ia menyambut panggilannya …; bila tidak menyambutnya, ia akan berpindah darinya.
2. Pelajarilah ilmu, niscaya kalian akan dikenal dengannya; dan amal-kanlah ilmu (yang kalian pelajari) itu, niscaya kalian akan terma­suk ahlinya.
3. Wahai para pembawa ilmu, apakah kalian membawanya? Sesung­guhnya ilmu… hanyalah bagi yang mengetahuinya, kemudian dia mengamalkannya, dan perbuatannya sesuai dengan ilmunya. Akan
datang suatu masa, dimana sekelompok orang membawa ilmu, na-mun ilmunya tidak melampaui tulang selangkanya. Batiniah me-reka berlawanan dengan lahiriah mereka. Dan perbuatan mereka berlawanan dengan ilmu mereka.
4. Orang yang beramal tanpa ilmu, seperti orang yang berjalan bukan di jalan. Maka, hal itu tidak menambah jaraknya dari jalan yang terang kecuali semakin jauh dari kebutuhannya. Dan orang yang beramal dengan ilmu, seperti orang yang berjalan di atas jalan yang terang. Maka, hendaklah seseorang memperhatikan, apakah dia berjalan, ataukah dia kembali?
5. Janganlah sekali-kali engkau tidak mengamalkan apa yang telah engkau ketahui. Sebab, setiap orang yang melihat akan ditanya ten-tang perbuatannya, ucapannya, dan kehendaknya.

6. Orang yang berilmu tanpa amal, seperti pemanah tanpa tali busur.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 22, 2011 in Kata-kata Mutiara

 

>Wasiat Nasehat Sayyidina Imam Muhammad Al-Baqir

>

dky

“Tidaklah hati seseorang dimasuki unsur sifat sombong, kecuali akalnya akan berkurang sebanyak unsur kesombongan yang masuk atau bahkan lebih.”
“Sesungguhnya petir dapat menyambar seorang mukmin atau bukan, tetapi tak akan menyambar orang yang berzikir. ”
“Tak ada ibadah yang lebih utama daripada menjaga perut dan kemaluan. ”
“Seburuk-buruknya seorang teman ialah yang hanya menemanimu ketika kamu kaya dan meninggalkanmu ketika kamu miskin. ”
“Kenalkanlah rasa kasih sayang dalam hati saudaramu dengan cara memperkenalkannya terlebih dahulu didalam hatimu. ”
“Wahai putraku, hindarilah sifat malas dan bosan, karena keduanya kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas, tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan, tak akan tahan dalam menunaikan kewajiban.”
“Jika engkau menginginkan suatu kenikmatan dapat terus engkau nikmati, perbanyaklah mensyukurinya. Jika engkau merasa rezeki lambat datang, perbanyaklah Istighfar. Jika engkau ditimpa kesedihan, perbanyaklah membaca LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAH. Jika engkau takut, ucapkanlah HASBUNALLAH WA NI ’MAL WAKIIL. Jika engkau kagum terhadap sesuatu, ucapkanlah MASYA ALLAH, LA QUWWATA ILLA BILLAH. Jika engkau dikhianati, bacalah WA UFAWWIDU AMRII ILALLAH, INNALLAHA BASHIRUN BIL ‘IBAAD. Jika engkau ditimpa kesumpekan, ucapkanlah LA ILAAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNII KUNTU MINADZ DZAALIMIIN. ”

“Keseimbangan Tobat dan Ibadah akan menimbulkan perilaku yang baik yang mendapat Ridho dari Allah swt. Sebab dengan Tobat, kita akan menyadari akan semua kesalahan yang pernah kita lakukan, dan dengan Tobat pula dapat meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah swt. ” Sesuai sabda Rasulullah saw :
“ Apabila Allah swt menghendaki seseorang menjadi baik, maka dia membuatnya menyadari akan kesalahan-kesalahannya.” ( Imam Ja’far Shodiq )

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 19, 2011 in Kata-kata Mutiara

 

>Surat Imam Ali untuk Putra nya dan Kaum Muslimin

>

Dari ayah yang (tak lama lagi) akan meninggalkan dunia, yang mengakui kesukaran-kesukaran masa, yang telah berpaling dari kehidupan, yang telah menyerah kepada (petaka) waktu, yang menyadari kejahatan-kejahatan dunia, yang sedang hidup dalam kediaman orang mati dan berpisah dari mereka pada suatu hari: kepada putra yang merindukan apa yang tak akan tercapai, yang sedang melangkah pada jalan orang-orang yang telah mati, yang merupakan korban keluhan, terlibat dalam (kecemasan) sehari-hari, yang merupakan sasaran kesukaran, hamba dari dunia, pedagang dari tipuannya, penghutang hasrat-hasrat, tawanan kefanaan, sekutu kecemasan, tetangga kesedihan, korban kepedihan yang telah dikalahkan oleh hawa nafsu, penerus dari yang mati.

Sekarang (hendaklah Anda ketahui bahwa) apa yang telah saya pelajari dari berpalingnya dunia ini dari saya, serangan waktu atas diri saya dan majunya dunia akhirat yang akan datang kepada saya, cukuplah untuk mencegah saya dari mengingat seseorang kecuali diri saya sendiri dan dari memikirkan yang di luar diri saya. Tetapi, ketika saya membataskan diri pada kecemasan saya sendiri dengan meninggalkan kecemasan-kecemasan orang lain, akal saya menyelamatkan saya dan melindungi saya dari hawa nafsu saya. (Akal) itu menjelaskan kepada saya urusan saya dan membimbing saya kepada kesungguhan di mana tak ada kecerdikan dan kebenaran yang tidak dinodai oleh kebatilan. Di sini saya mendapatkan Anda sebagian dari diri saya, bahkan saya mendapatkan Anda keseluruhan saya, sehingga apabila sesuatu menimpa Anda, seakan-akan hal itu menimpa saya, dan apabila kematian mendatangi Anda seakan-akan maut itu datang kepada saya. Akibatnya, umsan Anda berarti bagi saya sebagai urusan saya sendiri berarti bagi saya. Maka saya menuUs penggalan nasihat ini (kepada Anda) sebagai suatu alat untuk mencari pertolongan melaluinya, baik saya tinggal hidup bagi Anda atau berhenti hidup.
Saya nasihati Anda supaya bertakwa kepada Allah, wahai putraku, untuk mematuhi perintah-perintah-Nya, untuk memenuhi hati Anda dengan ingatan kepada-Nya, dan untuk berpaut pada harapan dari Dia. Tak ada hubungan yng lebih dapat diandalkan ketimbang hubungan antara Anda dan Allah, asal Anda berpegang padanya. Hidupkan hati Anda dengan dakwah, bunuh dia dengan zuhud, kuatkan tenaganya dengan keimanan yang kukuh, cahayai dia dengan kebijaksanaan, hinakan dia dengan mengingat mati, buatlah ia mempercayai kefanaan, buatkan dia melihat mala-petaka dunia ini, buatlah dia takut akan wewenang waktu dan kekerasan dari beberapa perubahan selama malam dan siang, tempatkan di hadapannya peristiwa-peristiwa manusia masa lalu, ingatkan kepadanya apa yang menimpa orang-orang yang berada di hadapan Anda dan beijalan di antara kota-kota mereka dan reruntuhan, lalu lihatlah apa yang (telah) mereka lakukan, dari apa mereka telah melarikan diri, dan ke mana mereka telah pergi dan tinggal. Akan Anda dapati bahwa mereka berpisah dari para sahabat dan tinggal dalam kesunyian. Oleh karena itu, buatlah rencana untuk tempat tinggal Anda, dan janganlah menjual kehidupan akhirat Anda dengan dunia ini.
Jauhkan berbicara tentang apa yang tidak Anda ketahui dan berbicara tentang yang bukan umsan Anda. Menjauhlah dari jalur di mana Anda khawatir tersesat, karena menahan diri bilamana ada kekhawatiran akan tersesat lebih baik daripada memasuki bahaya. Anjurkan orang-orang lain berbuat baik, maka Anda akan termasuk di antara orang-orang yang berbuat baik. Cegahlah orang lain dari keburukan dengan tindakan Anda maupun dengan bicara Anda, dan menjauhlah sekuat kuasa Anda dari orang yang melakukannya. Berjihadlah demi Allah sebagaimana yang patut bagi-Nya, dan janganlah cercaan seorang pencerca menciutkan Anda dari urusan Allah. Meloncatlah ke dalam bahaya demi kebenaran di mana (kebenaran) itu berada. Dapatkan wawasan dalam hukum agama. Biasakanlah diri Anda bersabar menghadapi kesukaran, karena ciri akhlak yang terbaik ialah kesabaran dalam urusan kebenaran. Dalam segala urusan Anda, bersandarlah Anda kepada Allah Tuhan Anda, karena dengan dimikian Anda akan menyandarkan diri pada suatu perlindungan yang aman dan pelindung yang kuat. Anda hanya harus meminta pada Tuhan Anda karena di dalam tangan-Nya terletak segala pemberian dan pengambilan. Carilah kebaikan (dari Allah) sedapat-dapat Anda. Pahami nasihat saya dan jangan berpaling darinya, karena kata-kata yang terbaik ialah kata-kata yang bermanfaat. Ketahuilah bahwa tidak ada kebaikan dalam pengetahuan yang tidak bermanfaat, dan apabila pengetahuan tidak digunakan maka mendapatkannya tidak dibenarkan.
Wahai anakku, bilamana saya melihat bahwa saya berusia matang dan melihat bahwa saya semakin bertambah dalam kelemahan, saya bergegas dengan wasiat saya untuk Anda dan menuliskan pokok-pokoknya yang mendasar agar maut tidak menyusul saya sebelum saya membukakan kepada Anda apa yang ada dalam hati saya, atau agar jangan akal saya terpengaruh sebagaimana badan saya telah terpengaruh, atau kekuatan-kekuatan hawa nafsu atau bencana dunia menyusul Anda (dan) membuat Anda menjadi seperti unta pembangkang. Sesungguhnya, hati orang muda adalah seperti lahan yang belum ditanami. la menerima apa saja yang ditaburkan atasnya. Maka saya bergegas membentuk Anda secara patut sebelum hati Anda mengeras dan pikiran Anda terisi, agar Anda siap menerima melalui akal Anda hasil dari pengalaman orang lain dan selamat dari mengalami sendiri pengalaman-pengalaman ini. Secara ini, Anda akan mengelakkan kesukaran mencarinya dan kesulitan mengalaminya. Dengan demikian, Anda akan dapat mengetahui apa yang telah kami alami dan bahkan akan menjadi jelas bagi Anda apa yang mungkin tidak kami dapati.
Wahai, anakku, sekalipun saya tidak mencapai usia yang dicapai orang-orang sebelum saya, namun saya melihat ke dalam perilaku mereka dan memikirkan peristiwa-peristiwa dari kehidupan mereka. Saya berjalan di antara reruntuhan mereka sampai seakan saya menjadi salah satu dari mereka. Sesungguhnya, karena urusan-urusan mereka telah saya ketahui, seakan-akan saya telah hidup dengan mereka dari awal hingga akhirnya. Oleh karena itu saya telah mampu membedakan yang najis dari yang jemih, dan manfaat dari mudarat.
Saya telah memilihkan untuk Anda yang terbaik dari hal-hal itu, dan telah mengumpulkan bagi Anda pokok-pokok yang baik, dan menjauhkan dari Anda pokok-pokoknya yang tak bermanfaat. Karena saya merasakan bagi urusan Anda sebagai seorang ayah yang hidup hams merasakannya, dan saya bertujuan untuk memberikan latihan kepada Anda, saya pikir hal itu haruslah pada suatu waktu bilamana Anda sedang maju dalam usia dan baru di gelanggang dunia, memiliki niat yang lurus dan hati yang bersih, dan bahwa saya harus membawakan ajaran Kitab Allah Yang Memiliki Kekuasaan dan Kerajaan, dan tafsirannya, hukum-hukum Islam dan perintah-perintahnya, hal-halnya yang halal dan yang haram, dan bahwa saya tak boleh melewatkan ini bagi Anda. Saya takut kalau-kalau Anda sampai bingung sebagaimana orang-orang lain telah bingung disebabkan hawa nafsu dan pendapat-pendapat mereka (yang beraneka ragam). Oleh karena itu, walaupun saya tak suka Anda diperingatkan seperti ini, saya pikir lebih baik bagi saya untuk memperkuat Anda dengan nasihat ini ketimbang meninggalkan Anda dalam suatu kedudukan di mana saya tidak menganggap Anda luput dari jatuh ke dalam kehancuran. Saya berharap kiranya Allah akan menolong Anda dalam sikap Anda yang terus terang dan membimbing Anda dalam ketegasan Anda. Sesuai dengan itu, saya menulis penggalan wasiat saya ini bagi Anda.
Ketahuilah, wahai anakku, bahwa yang paling saya sukai untuk Anda ambil dari wasiat saya ialah takwa kepada Allah, membataskan diri Anda kepada apa yang telah diwajibkan Allah atas Anda, dan mengikuti perbuatan-perbuatan orang-orang tua Anda dan orang-orang berkebajikan dari keluarga Anda, karena mereka tidak kekurangan dalam melihat bagi diri mereka sendiri apa yang Anda lihat bagi diri Anda sendiri, dan mereka perbuat tentang urusan mereka sebagaimana Anda suka memikirkan (urus-an Anda). Setelah itu, pemikiran mereka mengantarkan mereka untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban yang mereka ketahui, dan berhenti dari apa yang mereka tidak dituntut melakukannya. Apabila hati Anda tidak menerima ini tanpa mendapatkan pengetahuan seperti mereka mendapatkannya, maka pencarian Anda haruslah pertama-tama melalui pengertian dan pelajaran, dan tidak jatuh ke dalam keraguan atau terlibat dalam pertengkaran.
Dan sebelum Anda meraba ke dalam hal ini, Anda harus mulai dengan mencari pertolongan Tuhan Anda dan berpaling kepada-Nya untuk memohon keberhasilan, dan menjauh dari segala sesuatu yang melemparkan Anda ke dalam keraguan-keraguan dan mencampakkan Anda ke dalam kesesatan. Bilamana Anda telah yakin bahwa hati Anda bersih dan merendah, dan pikiran-pikiran Anda telah berpadu, dan Anda hanya mempunyai satu pikiran, yakni tentang hal ini, maka Anda akan melihat apa yang telah saya terangkan kepada Anda; tetapi, apabila Anda belum mampu mencapai kedamaian pengamatan dan pemikiran yang Anda suka mempunyainya, maka ketahuilah bahwa Anda hanya menjejak bumi seperti seekor unta betina yang buta dan jatuh ke dalam kegelapan, padahal seorang pencari agama tidak seharusnya meraba-raba dalam gelap atau menciptakan kebingungan. Lebih baik mengelakkan hal ini.
Camkanlah nasihat saya, wahai anakku, dan ketahuilah bahwa la Yang Raja kematian adalah juga Raja kehidupan, bahwa Pencipta menyebabkan kematian pula; bahwa la yang menghancurkan adalah pula pemulih kehidupan, dan bahwa la yang menimpakan penyakit adalah juga penyembuh. Dunia ini berlanjut secara yang dibuat oleh Allah, sehubungan dengan kesenangan, cobaan, ganjaran pada Hari Pengadilan dan segala yang la kehendaki dan tidak Anda ketahui. Apabila barang sesuatu dari nasihat mi tidak Anda mengerti maka kaitkan itu kepada ketidaktahuan Anda tentang itu, karena ketika Anda mula-mula dilahirkan, Anda dilahirkan dengan tak-tahu. Setelah itu, Anda mendapatkan pengetahuan. Ada banyak urusan yang tentangnya Anda tak tahu dan di mana penglihatan Anda yang pertama bertanya-tanya dan mata Anda berkelana, lalu sesudah ini Anda melihatnya. Oleh karena itu, berpeganglah erat-erat kepada Dia Yang menciptakan Anda, memberi Anda rezeki dan menertibkan Anda. Ibadah Anda haruslah bagi-Nya, gairah Anda haruslah kepada-Nya dan takut Anda haruslah kepada-Nya.
Ketahuilah, wahai anakku, tiada seorang pun menerima risalah dari Allah Yang Mahasuci seperti Nabi (saw) menerimanya. Oleh karena itu, pandanglah beliau sebagai pelopor dan pemimpin Anda kepada keselamatan. Sesungguhnya saya tidak akan meninggalkan suatu usaha dalam memberikan nasihat kepada Anda, dan sungguh, sekalipun Anda berusaha, Anda tak akan dapat beroleh wawasan bagi kesejahteraan Anda sebagaimana saya berikan kepada Anda.
Ketahuilah, wahai anakku, sekiranya ada suatu mitra dengan Tuhan Anda maka para utusan (mitra) itu pun akan datang kepada Anda dan Anda akan sudah melihat tanda-tanda dari wewenang dan kekuasaanya, dan Anda akan sudah melihat perbuatan dan sifat-sifatnya. Tetapi la Tuhan Yang Esa dan la telah menggambarkan Diri-Nya. Tiada satu pun yang dapat membantah-Nya dalam wewenang-Nya. la ada sebelum segala sesuatu tanpa suatu permulaan. la akan tetap ada setelah segala sesuatu, dan akan berada tanpa akhir. la terlalu amat besar untuk membiarkan keilahian-Nya dibuktikan dengan hati atau mata yang meliput. Bilamana Anda telah memahami ini maka Anda harus melakukan apa yang dilakukan orang yang seperti Anda, dengan kedudukannya yang rendah, ketiadaan wewenangnya, ketidakmampuannya yang makin meningkat, dan kebutuhan besamya akan Tuhannya untuk mencari ketaatan kepada-Nya, takut akan hukuman-Nya dan takut akan marah-Nya, karena la tidak memerintahkan Anda selain untuk kebajikan, dan tidak mencegah Anda kecuali dari keburukan.
Wahai anakku, saya telah memberitahukan kepada Anda tentang dunia, kondisinya, kelapukan dan kefanaanya, daii saya telah memberitahukan kepada Anda tentang akhirat dan tentang apa yang telah tersedia di dalamnya bagi orang-orangnya. Saya menceritakan kepada Anda perumpamaan tentangnya, agar Anda dapat menarik pelajaran darinya dan bertindak menurutnya. Misal orang-orang yang telah memahami dunia adalah seperti misal para musafir yang setelah muak dengan tempat-tempat yang dilanda kekeringan (lalu) pergi kepada kehijauan dan tempat yang berbuah-buahan. Lalu mereka bersabar atas kesulitan dalam peijalanan, perpisahan dengan para sahabat, kesukaran perjalanan dan makanan yang tak sehat, untuk mencapai lahan mereka yang berkelimpahan dan tempat tinggal. Akibatnya, mereka tidak merasakan suatu keperihan dalam semua ini dan tidak menganggap suatu perbelanjaan sebagai sia-sia. Tak ada yang lebih patut dicintai bagi mereka ketimbang apa yang membawa mereka ke dekat tujuan mereka dan membawa mereka lebih dekat ke tempat tinggal mereka. (Beriawanan dengan ini), misal orang-orang yang tertipu oleh dunia ini adalah orang yang berada di tempat yang hijau tetapi mereka muak dengannya lalu pergi ke tempat yang dilanda kekeringan. Oleh karena itu, bagi mereka, tak ada yang lebih dibenci atau tak disukai ketimbang meninggalkan tempat di mana mereka berada untuk pergi ke suatu tempat yang akan mereka capai tanpa diharap-harapkan dan ke mana mereka sedang menuju.
Wahai anakku, jadikanlah diri Anda sendiri ukuran (untuk berurusan) antara Anda dan orang lain. Maka, Anda harus menghasratkan bagi orang lain apa yang Anda hasratkan bagi diri Anda sendiri, dan bencikanlah untuk orang lain apa yang Anda bencikan untuk diri Anda sendiri. Janganlah menindas sebagaimana Anda tak suka ditindas. Berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Anda menghendaki perlakuan baik kepada Anda sendiri. Pandanglah yang buruk bagi diri Anda buruk bagi orang lain. Terimalah (perlakuan) dari orang lain yang Anda suka orang lain menerima dari Anda. Jangan berbicara tentang apa yang tidak Anda ketahui, sekalipun apa yang Anda ketahui sangat sedikit. Jangan katakan kepada orang lain apa yang Anda tak mau dikatakan kepada Anda.
Ketahuilah bahwa mengagumi diri bertentangan dengan kepatutan dan mempakan petaka bagi jiwa. Oleh karena itu, perbesarlah usaha Anda dan jangan menjadi bendahara bagi (kekayaan untuk diwariskan kepada) orang lain. Bilamana Anda telah terbimbing padajalan yang benar, rendahkanlah diri Anda di hadapan Allah sedapat-dapat Anda.
Ketahuilah bahwa di hadapan Anda terletak jalan jarak panjang dan kesukaran keras dan Anda tak dapat mengelak dari mencarinya. Ambillah kebutuhan perbekalan Anda dengan menjaga agar beban itu ringan. Janganlah Anda memuad punggung Anda melampaui kemampuan Anda agar beratnya tidak menjadi bencana bagi Anda. Bilamana Anda bersua dengan orang yang membutuhkan yang dapat membawa perbekalan bagi Anda untuk diserahkan kembali kepada Anda pada Hari Pengadilan ketika Anda akan membutuhkannya, maka terimalah dia sebagai suatu kesempatan yang baik dan dapatkan ia untuk membawanya. Masukkan dalam perbekalan itu sebanyak mungkin yang Anda sanggupi, karena boleh jadi apabila Anda memerlukan dia (kemudian), Anda tidak akan mendapatkan dia. Apabila seseorang mau meminjam dari Anda di hari-hari kelimpahan Anda, untuk dibayarkan kembali kepada Anda pada sustu saat kebutuhan Anda, maka pergunakanlah kesempatan ini.
Ketahuilah bahwa di depan Anda terletak suatu lembah yang tak tertanggungkan di mana orang yang berbeban ringan berada dalam kondisi yang lebih baik daripada orang yang berbeban berat, dan yang melangkah lambat akan berada dalam keadaan yang lebih buruk dari yang melangkah cepat. Titik akhir Anda di ujung lain jalan ini pastilah surga atau neraka. Oleh karena itu, intailah sendiri sebelum memunggah, dan persiapkanlah tempat sebelum turun, karena setelah mati tak mungkin ada persiapan dan tidak pula mungkin kembali ke dunia ini.
Ketahuilah bahwa la yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi telah memperkenankan Anda untuk berdoa kepada-Nya, dan telah menjanjikan kepada Anda penerimaan doa. la telah memerintahkan kepada Anda untuk memohon kepada-Nya agar la memberi kepada Anda, dan mencari belas kasih-Nya agar la menaruh belas kasih kepada Anda. la tidak menempatkan barang sesuatu antara Anda dan Dia yang mungkin menabiri-Nya dari Anda. la tidak menuntut Anda untuk mendapatkan perantara bagi Anda kepada-Nya, dan apabila Anda keliru, la tidak mencegah Anda untuk bertaubat. la tidak bergegas dengan hukuman. la tidak mengejek Anda karena bertaubat, tidak pula la menghina Anda ketika penghinaan lebih pantas bagi Anda. la tidak kasar dalam menerima taubat. la tidak menanyai Anda tentang dosa-dosa Anda dengan keras. la tidak mengecewakan Anda dari rahmat-Nya. Malah ia memandang pemantangan dari dosa sebagai suatu kebajikan. la menghitung satu dosa Anda sebagai satu, sementara la menghitung kebajikan Anda sebagai sepuluh.
la telah membukakan pintu taubat bagi Anda. Oleh karena itu, bilamana Anda menyeru-Nya, la mengetahui bisikan Anda. Anda ajukanlah kepada-Nya kebutuhan Anda, bukakanlah tabir diri Anda di hadapan-Nya, keluhkanlah kepada-Nya kecemasan-kecemasan Anda, memohonlah kepada-Nya untuk menyingkirkan kesusahan Anda, carilah pertolongan dalam urusan Anda, dan mintalah dari perbendaharan rahmat-Nya apa yang tak ada satu pun selain-Nya yang berkuasa memberikannya, yakni panjang usia, kesehatan badan dan peningkatan rezeki. Maka la telah menempatkan kunci-kunci di tangan Anda, dengan menunjukkan kepada Anda jalan untuk meminta kepada-Nya.
Oleh karena itu, ke mana saja Anda kehendaki, bukalah pintu-pintu nikmat-Nya dan biarlah hujan rahmat-Nya yang melimpah jatuh kepada Anda. Keterlambatan dalam penerimaan doa itu janganlah hendaknya mengecewakan Anda, karena anugerah doa sesuai dengan ukuran niat (anda). Kadang-kadang penerimaan (doa) tertunda dengan maksud agar menjadi suatu sumber ganjaran yang lebih besar kepada si peminta dan (sumber) dari pemberian-pemberian yang lebih baik kepada si pengharap. Kadang-kadang Anda meminta sesuatu tetapi tidak diberikan kepada Anda, dan sesuatu yang lebih baik diberikan kepada Anda kemudian, atau sesuatu diambil dari Anda demi suatu kebaikan yang lebih besar bagi Anda, karena kadang-kadang Anda meminta sesuatu yang mengandung keruntuhan bagi agama Anda apabila dibenkan kepada Anda. Oleh karena itu, permohonan Anda hendaklah untuk hal-hal yang keindahannya haruslah langgeng dan yang bebannya harus tetap jauh dari Anda. Mengenai kekayaan, itu tak akan langgeng bagi Anda, dan Anda pun tak akan hidup untuk itu.
Wahai anakku, ketahuilah bahwa Anda telah diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia ini, untuk kefanaan (di dunia ini) bukan untuk kekal, dan untuk mati, bukan untuk hidup. Anda berada di suatu tempat yang bukan milik Anda, sebuah rumah untuk membuat persiapan, dan suatu lorong ke arah dunia berikut. Anda sedang dikejar-kejar oleh kematian dari mana orang-orang melarikan diri tak dapat luput, karena (maut) itu pasti akan menyusulnya. Maka, berjaga-jagalah atasnya agar ia tidak menyusul Anda pada suatu saat ketika Anda dalam keadaan berdosa dan Anda sedang berpikir tentang bertaubat tetapi ia menciptakan halangan antara Anda dan taubat. Dalam hal demikian Anda akan menghancurkan diri Anda sendiri.
Wahai anakku, banyak-banyaklah mengingat kematian dan tempat ke mana Anda pergi secara tiba-tiba dan (mesti Anda) capai setelah mati, sehingga bilamana hal itu datang Anda sudah sedia beijaga-jaga terhadapnya dan telah mempersiapkan diri untuk itu dan ia tidak datang kepada Anda dengan amat sangat mendadak lalu mengejutkan Anda. Berhati-hatilah, agarjangan Anda tertipu oleh sandaran orang kepada godaan dunia dan kesibukan mereka atasnya. Allah telah memperingatkan Anda tentang itu, dan dunia telah memberitahukan kepada Anda tentang sifatnya yang fana, dan telah membukakan tabimya kepada Anda tentang kejahatan-kejahatannya.
Sesungguhnya orang-orang yang memburunya adalah seperti anjing-anjing menyalak atau hewan-hewan buas pemakan daging yang saling membenci. Yang lebih kuat di antara mereka memakan yang lemah, dan yang besar di antara mereka memijak yang kecil. Beberapa (di antaranya) adalah seperti temak yang tertambat, dan yang lain seperti ternak yang tak tertambat yang telah kehilangan akalnya dan sedang berlarian ke arah-arah yang tak diketahui. Mereka adalah kawanan petaka yang mengembara di lembah-lembah yang kasar. Tak ada gembala yang menahan mereka, dan tak ada pula gembala yang akan membawanya merumput. Dunia telah menempatkan mereka pada jalur kebutaan dan mengambil mata mereka dari mercu petunjuk. Oleh karena itu mereka telah dibingungkan dalam kebingunganya dan tenggelam dalam kesenangan-kesenangannya. Mereka menganggapnya sebagai tuhan sehingga ia mempermainkan mereka. Mereka pun bermain dengannya dan melupakan apa yang di baliknya.
Kegelapan sedang sima berangsur-angsur. Sekarang seakan-akan para musafir telah turun dan orang-orang yang bergegas akan segera bertemu. Ketahuilah, wahai anakku, bahwa sedap penunggang kendaraan malam dan siang dibawa oleh (kendaraan siang dan malam) itu, sekalipun ia dalam keadaan berhenti, dan ia meliput jarak, sekalipun ia sedang menginap dan beristirahat.
Ketahuilah dengan pasti bahwa Anda tak dapat mencapai hasrat Anda dan tak dapat melampaui kehidupan Anda yang telah ditakdirkan. Anda berada pada jalur orang-orang sebelum Anda. Oleh karena itu, berlaku sederhanalah dalam mencari, dan berlaku sederhanalah dalam menerima, karena sering mencari itu mengantarkan kepada kehilangan. Tidak setiap pencari rezeki mendapatkannya, dan tiada pula setiap orang yang sederhana dalam mencari tidak mendapatkan. Jauhkanlah diri Anda dari setiap hal yang rendah, sekalipun itu mungkin membawa Anda kepada tujuan yang Anda hasratkan, karena Anda tidak akan mendapatkan suatu kembalian atas kehormatan Anda sendiri yang Anda belanjakan. Janganlah menjadi budak orang lain karena Allah telah membuat Anda bebas. Tak ada kebaikan dalam kebajikan yang dicapai melalui keburukan, dan tak ada kebaikan dalam kesenangan yang dicapai melalui kesukaran (yang mengaibkan).
Berhati-hatilah, jangan sampai pembawa keserakahan membawa Anda dan menurunkan Anda pada sumber-sumber kehancuran. Apabila Anda dapat mengatur agar tak ada orang kaya di antara Anda dan Allah, lakukanlah itu, karena dalam hal bagaimanapun Anda akan mendapatkan apa yang untuk Anda dan mendapatkan bagian Anda. Kecil yang diterima langsung dari Allah Yang Mahasuci lebih terhormat daripada yang lebih banyak tetapi diterima melalui (hutang budi kepada) makhluk-Nya, walaupun (sesungguhnya) semuanya dari Allah.
Lebih mudah memulihkan apa yang kauhilangkan diam-diam ketimbang mendapatkan apa yang Anda hilangkan dengan berbicara. Segala sesuatu yang berada dalam suatu wadah dapat ditahan dengan menutupkan katupnya. Saya seharusnya lebih menynkai Anda menahan apa yang ada di dalam tangan Anda ketimbang mencari apa yang di tangan orang lain, Kepahitan dari kekecewaan lebih baik daripada mencari dari orang. Pekerjaan tangan dengan kesucian lebih baik daripada kekayaan dari kehidupan yang keji. Seorang lelaki adalah pengawal terbaik atas rahasia-rahasianya sendiri. Sering orang berjuang untuk apa yang membawa mudarat baginya. Orang yang berbicara banyak, berbicara kosong. Barangsiapa merenung, ia akan melihat. Bergaullah dengan orang-orang berkebajikan; Anda akan menjadi salah satu dari mereka. Menjauhlah dari orang jahat, Anda akan tetap selamat dari mereka. Makanan yang terburuk ialah yang haram. Kelaliman kepada yang lemah adalah kelaliman yang paling buruk.
Di mana keluwesan tidak sesuai, kekasaran adalah keluwesan. Seringkali obat adalah penyakit, dan penyakit itu obat. Sering lawan memberikan nasihat yang tepat sementara teman menipu. Jangan bergantung pada harapan, karena harapan adalah jalur utama orang-orang tolol. Adalah bijaksana untuk memelihara pengalaman sendiri. Pengalaman yang terbaik ialah pengalaman yang mengajarkan suatu pelajaran kepada Anda. Manfaatkan waktu senggang sebelum ia berubah menjadi (saatj kesedihan. Tidak setiap pencari mencapai (apa yang dicarinya); dan tidak setiap orang yang berangkat tidak kembali. Kehilangan bekal dan mendapatkan kebumkan bagi Hari Pengadilan berarti keruntuhan. Setiap urusan ada akibataya. Apa yang ditakdirkan bagi Anda akan segera datang kepada Anda. Seorang pedagang menanggung resiko. Sering jumlah yang kecil lebih bermanfat dari jumlah yang besar. Tak ada kebaikan pada penolong yang aib, tidak pula pada teman yang curiga. Bersesuailah dengan dunia selama ia dalam pegangan Anda. Jangan jadikan diri Anda menanggung resiko mengenai sesuatu dalam mengharapkan lebih banyak dari itu. Berfiati-hatilah, jangan sampai rasa permusuhan mengalahkan Anda.
Bawalah diri Anda pada saudara Anda sedemikian mpa sehingga apabila ia mengabaikan kekerabatan, Anda berpegang pada (kekerabatan) itu; bilamana ia berpaling, berbaiklah kepadanya dan berangsuriah mendekatinya; bilamana ia tak mau memberi, berilah kepadanya; bilamana ia menjauh, dekati dia; bilamana ia kasar, berlaku luweslah; bilamana ia melakukan kesalahan, pikirkanlah dalih(nya) untuk itu, sedemikian, seakan-akan Anda adalah seorang dari budaknya dan ia majikan yang baik bagi Anda. Tetapi ingatlah bahwa hal ini tak boleh dilakukan secara tak pantas, dan bahwa Anda tak boleh berlaku demikian terhadap orang yang tak patut. Janganlah mengambil musuh sahabat Anda sebagai sahabat, karena (dengan demikian) Anda akan menentang sahabat Anda. Berikanlah nasihat yang benar kepada saudara Anda, baik atau pahit. Telanlah kemarahan Anda karena saya tak mendapatkan sesuatu yang lebih manis dari itu pada kesudahannya, dan tak ada akibat yang lebih menyenangkan dari itu. Beriaku luweslah kepada orang yang kasar kepada Anda karena boleh jadi ia akan segera menjadi luwes kepada Anda. Perlakukanlah musuh Anda dengan kebaikan, karena ini lebih manis dari antara kedua keberhasilan (keberhasilan dendam dan keberhasilan berbuat baik).
Apabila Anda bemiat untuk memutuskan hubungan dari seorang sahabat, tinggalkan suatu bidang baginya dari sisi Anda, yang dengan itu ia mungkin melanjutkan persahabatan, apabila demikian yang terjadi padanya pada suatu hari. Apabila seseorang mempunyai suatu gagasan yang baik tentang Anda, buktikanlah bahwa hal itu benar. Jangan mengabaikan kepentingan saudara Anda yang bergantung pada hubungan Anda dengan dia, karena bukanlah ia saudara Anda apabila Anda mengabaikan kepentingannya. Keluarga Anda janganlah menjadi orang yang paling sengsara melalui Anda. Jangan bersandar kepada orang yang berpaling dari Anda. Saudara Anda tidak harus lebih kukuh dalam pengabaiannya akan kekerabatan ketimbang Anda (dalam kekukuhan Anda) menghormati (kekerabatan) itu, dan Anda harus melebihi dalam berbuat baik kepadanya ketimbang (perbuatan) buruknya kepada Anda. Jangan terlalu merasakan penindasan dari seseorang yang menindas Anda, karena ia hanya sibuk dalam merugikan dirinya sendiri dan menguntungkan Anda. Ganjaran orang yang menyenangkan Anda bukanlah dengan menyusahkannya.
Ketahuilah wahai anakku, bahwa ada dua jenis rezeki, rezeki yang Anda cari dan rezeki yang mencari Anda, yang apabila Anda tidak mencapainya maka dia akan datang kepada Anda. Betapa buruknya membungkuk pada saat perlu dan kasar pada saat kaya. Anda hanya harus mendapatkan dari dunia ini apa yang dengan itu Anda dapat menghiasai kediaman Anda yang kekal. Apabila Anda menangisi apa yang telah hilang dari tangan Anda maka tangisilah pula apa yang sama sekali tidak datang kepada Anda. Simpulkan apa yang belum terjadi dari apa yang telah terjadi, karena kejadian-kejadian selalu serupa. Janganlah menjadi seperti orang-orang yang dakwah tidak bermanfaat baginya kecuali apabila Anda menimpakan keperihan padanya, karena orang bijaksana bengambil pelajaran dari ajaran, sementra hewan hanya belajar dari pukulan.
Jauhkanlah dari diri Anda serangan kecemasan dengan keteguhan sabar dan kemumian iman. Orang yang meninggalkan kesederhanaan (berarti) melakukan kelebih-lebihan. Seorang sahabat adalah seperti kerabat. Sahabat adalah orang yang ketidakhadirannya juga membuktikan persahabatan itu. Hawa nafsu adalah mitra kesedihan. Sering orang dekat lebih jauh dari orang yang jauh, dan sering orang jauh lebih dekat dari orang yang dekat. Seorang asing ialah orang yang tak mempunyai sahabat. Orang yang melanggar hak mempersempit jalannya sendiri. Orang yang tinggal pada kedudukannya tetap konstan atasnya. Penengah yang paling terpercaya ialah penengah yang Anda angkat antara Anda dan Allah Yang Mahasuci. Orang yang tidak mempedulikan kepentingan Anda adalah musuh Anda. Ketika serakah memimpin kepada kehancuran, deprivasi adalah prestasi. Tidak setiap cacat dapat ditinjau kembali, dan tidak setiap petaka berulang.
Sering orang bermata tidak melihat jalur, sementara orang buta mendapatkan jalan yang tepat. Tangguhkanlah setiap kemungkaran karena Anda akan dapat menggegaskannya bilamana saja Anda menghendakinya. Pengabaian kekerabatan dari orang jahil sama dengan penghargaan bagi kekerabatan orang bijaksana. Barangsiapa mengganggap dunia sebagai yang aman, dunia akan mengkhianatinya. Barangsiapa memandang dunia sebagai besar, dunia akan menghinanya. Tidak setiap orang yang menembak mengena. Bilamana wewenang berubah, waktu pun bembah. Bermusyawarahlah dengan sahabat sebelnm menempuh suatu jalan, dan (dengan) tetangga sebelum mengambil sebuah rumah. Waspadalah jangan sampai Anda menyebutkan dalam pembicaraan Anda apa yang mungkin menimbulkan tertawa, sekalipun mungkin Anda meriwayatkan dari orang lain.
Bagi setiap orang di antara karyawan Anda, tentukan suatu pekerjaan yang atasnya dapat Anda tuntut ia bertanggung jawab. Secara ini mereka tidak akan saling melemparkan pekerjaan. Hormatilah kerabat Anda karena mereka adalah sayap-sayap Anda yang dengan itu Anda terbang, asal ke mana Anda akan kembali, dan tangan Anda yang dengannya Anda menyerang. Tempatkanlah agama Anda dan dunia Anda pada penyelesaian Allah dan memohonlah kepada-Nya untuk mengatur yang terbaik bagi Anda sekaitan dengan yang dekat dan yang jauh, dunia ini dan dunia akhirat. Wasalam. •
 
 

>SEHINGGA MENJADI ORANG YANG PALING BERBAHAGIA

>

·     keimanan menghapuskan keresahan dan melenyapkan kegundahan, keimanan adalah kesenangan yang di buru oleh orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang-orang ahli ibadah .

·     yang telah berlalu dan yang telah pergi telah mati, jangan dipikirkan yang telah berlalu, karena telah pergi dan selesai

·     terimalah qodho’ yang telah pasti dan rizki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka segala sesuatu itu ada ukurannya,

·     ketahuilah bahwasanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram, dosa akan diabaikan, Allah akan menajdi ridha, dan tekanan hidup akan terasa ringan.

·     jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama , cukuplah pahala dari dzat yang bergantung kepadaNya segal sesuatu, tak ada yang harus anda lakukan terhadap orang yang membangkang, mendengki , dan iri.

·     ketika waktu pagi jangan menunggu sampai sore, hiduplah dalam batasan hari ini, kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik dari hari ini.

·     biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok, karena jika anda melakukan terbaik di hari ini  maka hari esok juga akan baik.

·     bersihakn jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri, keluarkan penyakit permusuhan dan percekcokan yang ada dalam jiwa.

·     hindarilah sesama manusia kecuali untuk perbuatan baik, jadilah orang yang senantiasa berada didalam rumahnya, hadapilah hal-hal yang ada kepentingannya dengan diri anda, dan kurangilah berbaur dengan banyak orang ( yang tidak membawa manfaat ) .

·     buku adalah teman yang paling baik, bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.

·     semesta ini dibangun diatas sebuah keteraturan, karena itu, pakaian, rumah, meja, dan kewajiban, anda harus dikerjakan dengan rapi.

·     keluarah ketempat yang lapang, lihatlah kebun nan indah, dan sibaklah ciptaan dan kreasi sang pencipta

     Perbaruilah hidup anda, jadikan hidup anda lebih berfariasi, dan ubahlah rutinitas hidup anda.

·     Jauhilah dan kurangi makanan-makanan perangsang misalnya, kopi dan teh, dan hati-hatilah terhadap rokok, syisya, dan yang lain semisalnya.

·     Perhatikan kebersihan pakaian anda, dan perhatikan bau badan, perhatikan penampilan luar, jangan lupa mengosok gigi dan memakia parfum .

·     Jangan membaca sebagian buku-buk yang memanjakan pesisime dan rasa putus asa dan penyesalan.

·     Ingatlah bahwa Rabb itu sangat luas ampunanNya, maha menerima taubat, mengampuni hamba-hambaNya dan mengantikan keburukan dengan kebaikan.

·     Bersyukurlah kepada Rabb atas anugerah nikmat agama, akal , kesehatan, penutup ( aib & badan ) , pendengaran, penglihatan, rizkeki , anak keturuan , serta nikmat-nikmat yang lainya.

·     Tidak kah anda perhatikan bahwasanya diantara manusia itu ada yang hilang akalnya, atau terampas kesehatanya, di penjara, dilumpuhkan, atau di timpa bencana.

·     Hiduplah bersama Al  Qur’an baik dengan cara menghapal, membaca, mendengarkannya, atau merenungkannya, sebab  itu merupakan obat yang mujarab untuk mengusir kesedihan dan mendung kedukaan .

·     Bertawakalah kepada Allah dan serahkan semua perkara, kepadaNya, Terimalah semua ketentuanNya dengan sepenuh hati berlindunglah kepadaNya dan bergantung kepadaNya

·     Maafkanlah orang yang pernah berbuat dhalim kepada Anda, sambunglah tali silatur rahmi dengan orang yang memutuskan tali silturrahmi dengan anda, berilah orang yang tidak pernah memberi kepada anda, bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada anda, niscaya anda akan memperoleh rasa bahagia dan ama dalam diri anda.

·     ucapkan berulang-ulang :” laa huala walaa quwwata illa billah “karena bacaan itu akan membuat hati  menjadi tentaram, dan keadaan akan menjadi baik, dan meringakan yang berat, dan membuat Yang Maha Tinggi  menajdi ridha.

·     perbanyaklaah membaca Istighfar sebab dengan istighfar akan membuka rizki, akan ada jalan keluar, akan ada keluarga, akan ada ilmu yang berguna, akan ada kemudahan, dan akan sebagai penghapus dosa.

·     terimalah bentuk wajah ( body ) kamu , bakat, pemasukan, dan keluarga dengan lapang dada, niscaya anda akan mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan .

·     Ketahuilah bahwasanya setelah  kesulitan itu akan ada kemudahan, dan setelah kesusahan itu akan ada jalan keluarnya, dan ketahuilah bahwasanya keadaan seseorang itu tidak akan tetap selamanya , hari-hari itu akan senantiasa bergulir .

·     Optimislah , jangan pernah ada rasa putus asa dan menyerah tanpa ada usaha, berbaik sangkalah kepada Allah dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan dariNYA.

·     Terimalah pilihan Allah untuk anda dan gembiralah, sebab anda tidak tahu tentang kemaslahatan, bisa jadi suatu kesulitan itu lebih baik bagi anda daripada kemudahan.

·     ujian itu akan mendekatkan antara diri anda dengan Allah, akan mengajarkan kepada anda bagiamana berdoa itu, dan akan menghilangkan kesombongan, ujub dan rasa banga diri, dari diri anda.

·     anda membawa banyak kenikmatan dalam diri anda dan membawa pundi-pundi kebaikan yang Allah anugerahkan kepada diri anda.

·     berbuat baiklah kepada manusia dan berilah bantuan kebaikan kepada sesama agar anda mendapatkan kebahagian dari menjenguk orang sakit, dan dari memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkannya ( fakir ) dan dari mengasih sayangi anak yatim.

·     Jauhilah rasa buruk sangka , buanglah jauh-jauh angan-angan , khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit ( kotor dan kerdil ).

·     Ketahuilah bahwsanya anda bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian, Tidak seorangpun yang lepas dari kesedihan, dan tidak seorangpun yang lepas dari kesulitan.

.     yakinlah bahwa dunia ini hanyalah tempat  ujian dan cobaan, tantangan, dan kesedihan karena itu terimalah  ia apa adanya dan mintalah pertolongan kepada Allah.

.     Berfikirlah &  ambil pelajaran dari orang-orang yang telah terdahulu ( siroh orang-orang shaleh) , yang pernah dikucilkan, yang pernah dipenjarakan, yang pernah dibunuh yang pernah di uji dan yang pernah dibuang dan di usir dari dari negrinya

·     semua apa yang menimpa anda pahalanya disisi Allah, baik itu kesedihan, keresahan, kelaparan, kefakiran,rasa sakit, hutang , dan musibah-musibah yang lainnya ( selama anda selalu sabar & tawakal kepadaNya)

·      Ketahuilah bahwasanya kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati mendewasakan jiwa, mengingtakan hamba dan menambah pahala.

·     jangan suka menerka-nerka peristiwa, jangan menunggu keburukan, dan jangan mudah percaya terhadap semua kabar-kabar yang tidak jelas, dan jangan mudah menelan mentah-mentah cerita-cerita  yang tidak benar

·     kebanyakan apa yang ditakuti orang itu sebenarnya tidak terjadi , dan kebanyakan  berita-berita yang menakutkan itu tidak terjadi, dan cukuplah Allah saja sebagia penjaga, dan disisis Allahlah semua pergawasan dan pertolongan.

·     jangan banyak bergaul dengan orang-orang pendendam, dan jangan pula dengan orang-orang penganguran serta pendengki , sebab mereka adalah penyakit jiwa pembawa kesedihan dan keresahan.

·     jauihilah perbuatan dosa, sebab dia adalah sumber keresahan dan kesedihan, dan pintu  musibah serta tekanan jiwa.

·     bacalah selalu ( doa ) :” laa ilaahaa illa anta subhaanaka innii kuntu minad dhoolimin ”  sebab dia adalah doa yang memiliki rahasia yang sangat ajaib, untuk menghilangkan kesedihan dan kesulitan, dan merupakan berita besar untuk menghilangkan cobaan.

·     jangan mudah terpengaruh dengan perkataan jelek dan ungkapan keji yang dikatakan tentang diri anda, karena itu akan menyakiti orang yang mengatakannya dan bukan diri anda sendiri.

·     cercaan musuh dan umpatan orang-orang yang dengki kepada diri anda setara dengan nilai harga diri anda, sebab itu anda menjadi bahan omongan dan menjadi terkenal & orang penting

·     ketahuilah bahwa orang yang menghibah, anda berarti memberikan hadiah  kebaikan-kebaikan kepada anda, menghapuskan kesalahan-kesalahan anda, dan menjadikan diri anda orang yang terkenal, dan ini merupakan nikmat Allah.

·     jangan terlalu ketat ( keras ) menekan diri anda sendiri untuk melakukan ibadah, konsistenlah dengan as sunnah dan cukuplah dengan ketho’atan, dan tempuhlan jalan pertengahan dan janganlah engkau ghulu’ ( berlebih-lebihan ).

·     ikhlashkan tauhid anda kepada Allah Tuhanmu agar hati terbuka dan lapang, sejernih apa tauhid anda dan setulus serta sebersih  apa keikhlasan anda (dalam bertauhid )  maka sejernih dan sebersih itupulalah kebahagaian anda.

·     jadilah sosok pemberani yang berhati teguh dan berjiwa kuat, anda memiliki semangat dan tekat , jangan sekali-kali anda termakan oleh rumor / isu-isu  dan cerita-cerita yang tidak benar.

·     jadilah orang yang dermawan sebab orang yang dermawan hatinya akan selalu lapang dan jiwanya luas , sedangkan orang yang pelit sempit dadanya dan  hatinya pengap serta  nuraninya kotor.

·     tersenyumlah kepada siapa saja , niscaya anda akan mendapatkan cinta kasih mereka, haluskan tutur kata anda niscaya mereka akan mencintaimu dan rendahkanlah kati kepada mereka niscaya mereka akan menghormati anda.

·     balaslah perbuatan baik itu dengan yang lebih baik, berbuat baiklah kepada sesama, dan padamkanlah api permusuhan, berdamailah dengan musuh, dan perbanyaklah teman.

·     pintu kebahagian terbesar adalah doa kedua orang tua, berusahalah mendapatkan doa itu  dengan berbakti kepada mereka berdua, agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjagamu dari semua hal yang tidak anda sukai.

·     hadapilah manusia itu dengan apa adanya dan maafkanlah apa yang mereka lakukan , ketahuilah bahwa ini merupakan sunnah Allah pada manusia dan kehidupan itu sendiri.

·     jangan hidup dalam idealisme-idealisme, tapi hiduplah dengan realita, sebab dengan hidup dalam idealisme, sama saja dengan anda menginginkan dari  orang lain apa yang tidak dapat anda lakukan, karena itu jadilah orang yang obyektif ( dalam meghadpi kenyataan ).

·     hiduplah sederhana dan jauhi semua bentuk foya-foya dan pemborosan sebab setiap kali badan diajak foya-foya maka jiwa akan semakin terhimpit.

·     lakukanlah dzikir-dzikir tertentu ( seperti doa pagi & petang dsb ) , sebab dia akan menjadi penjaga dan pelindung anda, dan didalamnya ada kebenaran dan petunjuk yang akan membuat waktu-waktu anda menjadi lebih bermakna.

·     Rencanakan pekerjaan-pekerjaan itu dengan matang dan jangan menggabungkannya menjadi satu waktu ( dengan menunda-nundanya ) akan tetapi kerjakanlah pekerjaan anda dalam rentang waktu yang cukup dan luangkanlah beberapa waktu diantaranya untuk beristirhat agar optimal.

·     lihatlah orang yang lebih rendah dari anda dalam hal ( kesempurnaan ) tubuh dan bentuk rupa, harta, rumah , pekerjaan, dan keluarga, agar anda mengerti bahwa yang lebih rendah dari anda dalam hal-hal tersebut  masih ada ribuan jumlahnya.

·     Tanamkan keyakinan dalm diri anda bahwa siapa saja yang menjalin komukasi dengan anda tidak terlepas dari cela, baik itu saudara, anak, istri, kerabat, maupun teman, karenanya persiapkan diri anda untuk menerima itu semua.

·     maksimalkan dan tekuni  bakat yang dianugerahkan  kepada diri  anda, dan ilmu yang anda sukai , rizki yang dikarunaiakan kepada diri anda, dan pekerjaan yang cocok untuk anda.

·     hati-hatilah, jangan sekali-kali melukai perasaan seseorang dan kelompok, jadikan lisan itu lurus, bicaralah yang baik, tutur kata yang sejuk , dan isi pembicaraannya terjaga dari hal-hal yang buruk dan keji

·     ketahuilah bahwa kesabaran itu akan mengubur segala aib , ketabahan itu akan menjadi penutup bagi kekeliruan, dan kedermawanan itu adalah pakaian yang besar yang akan menutup semua kekurangan dan cacat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 31, 2011 in Kata-kata Mutiara

 

>Mutiara Hikmah Ibnu ‘Athaillah

>Dari al-Hikam dan Latha’if al-Minan

Sikapi ujian-Nya dengan benar.

“Bisa jadi engkau memperoleh
tambahan kurnia dalam kesukaran,
apa yang dalam puasa dan solat
tidak engkau dapatkan.

Bisa jadi Allah memberimu maka menolakmu,
dan bisa jadi Dia menolakmu maka memberimu.

Penolakan dari Allah
terasa pedih bagimu
hanya kerana engkau tak mengerti
rahmat Allah di balik penolakan itu.

Ketika Allah membukakan pintu pengertian
bagimu tentang penolakan-Nya,
maka penolakan itu pun berubah
menjadi pemberian.”

Jangan bergantung pada amalan,
yang menyampingkan ketentuan-Nya.

“Salah satu tanda bergantung pada amal
iaitu berkurangnya harapan ketika mengalami kegagalan.”

Jangan berpatah harapan dari kembali pada-Nya,
hanya kerana kepahitan ujian dan dosa.
Kasih sayang-Nya mengatasi Kemurkaan-Nya, demikian
diungkap dalam suatu Hadis Qudsi.

“Apabila engkau berbuat dosa,
maka itu jangan menjadi alasan keputusasaanmu
dalam menggapai istiqamah dengan Tuhan,
kerana bisa jadi
itu adalah dosa terakhir yang ditakdirkan bagimu.

Tertundanya pemberian
setelah engkau mengulang-ulang permintaan,
janganlah membuatmu patah harapan.
Allah menjamin pengabulan doa
sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu,
bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri;
dan pada waktu yang Dia kehendaki,
bukan pada waktu yang engkau ingini.”

Sandarkan pada Allah yang
Maha Mengatur dan Menentukan.
Keyakinan hanya hadir apabila
kita akui kelemahan dan kehambaan kita
di hadapan-Nya.

“Apa pun bersandar pada kehendak Allah,
sementara kehendak Allah tidak bersandar pada apa pun.

Tiada suatu nafas berhembus darimu
melainkan di situ takdir Tuhan berlaku padamu.

Pinta tiada tertahan
selama engkau memohon kepada Tuhan.
Namun, pinta tiada mudah
bila pada dirimu sendiri engkau berserah.

Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan
adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan.”

Leburkan nafsu, tajamkan penglihatan mata hati.
Kenali (kehambaan) diri, kenali (keagungan) Dia.
Fahami letak duduk di alam ini,
tempat diri dalam perencanaan-Nya.
Letakkan sesuatu pada tempatnya, yakni bersikap adil.

“Pangkal segala maksiat, kelalaian,
dan syahwat adalah pengumbaran nafsu.
Dan pangkal segala ketaatan, kewaspadaan,
dan kebajikan  adalah pengekangan nafsu.
Bersahabat dengan orang bodoh yang
tidak memperturutkan hawa nafsunya
lebih baik bagimu daripada
bersahabat dengan orang pintar
yang memperturutkan hawa nafsunya.
Kepintaran apa lagi yang disandangkan
pada orang pintar yang selalu
memperturutkan hawa nafsunya?
Dan kebodohan apalagi
yang dapat disandangkan
pada orang bodoh
yang tidak memperturutkan hawa nafsunya?

Amal yang berasal dari hati penuh keikhlasan
tidak dapat dianggap sedikit,
dan amal yang berasal dari hati penuh ketamakan
tidak dapat dianggap banyak.

Jika engkau tahu bahawa syaitan
tidak pernah lupa kepadamu,
maka janganlah lupa
kepada Allah yang menguasaimu.

Usahamu mengetahui
beberapa kekurangan yang tersembunyi dalam dirimu
lebih baik daripada usahamu menyingkap
perkara ghaib yang tersembunyi darimu.”

Bantuan secara lahiriah hadir dengan persiapan lahiriah,
sedang pencerahan nurani hadir sesuai dengan
pemurnian wadah Cahaya Ilahi, yakni hati.

“Datangnya pertolongan Allah
adalah sesuai dengan persiapan,
sedangkan turunnya cahaya Allah
adalah sesuai dengan kejernihan relung batin.”

Syukur kepada Yang Maha Kekal,

“Orang yang tidak mengetahui nilai nikmat tatkala memperolehnya,
ia akan mengetahuinya tatkala nikmat sudah lepas darinya.

Siapa yang tidak mensyukuri nikmat bererti menginginkan hilangnya.
Dan siapa yang mensyukurinya berarti telah mengikatnya dengan kuat.

Jika engkau menginginkan kemuliaan yang tidak bisa sirna,
maka jangan banggakan kemuliaan yang bisa sirna.”

…dampingkan syukur beserta sabar, kerana:

“Sangatlah jahil orang yang menginginkan terjadinya sesuatu
yang tidak dikehendaki Allah pada suatu waktu.

Tak terjadinya sesuatu yang dijanjikan,
padahal waktunya telah tiba,
janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Allah itu.
Supaya, yang demikian tidak mengaburkan pandangan mata batinmu
dan memadamkan cahaya relung hatimu. “

Moga tergapai hikmah di balik ujian dan kurniaan.
Bagi yang menasihat dan dinasihati:

“Setiap ucapan yang meluncur pasti membawa
corak kalbu tempat asal perkataan itu.

Ungkapan-ungkapan bijak adalah makanan
bagi para pendengar yang memerlukan,
dan bahagianmu hanyalah
apa yang engkau (mampu) cicipi darinya.

Orang-orang memujimu
kerana apa yang mereka sangka ada pada dirimu.
Maka celalah dirimu
kerana apa yang engkau ketahui ada pada dirimu.

Apa yang tersimpan dalam keghaiban hati,
akan termanifestasi pada dunia nyata.

Berkat pemahaman, redha kepada Allah terwujud
Hanya melalui cahaya, pemahaman akan terwujud
Hanya melalui kedekatan, cahayamu akan memancar
Dan hanya berkat pertolongan, kedekatan akan tersingkap.”

Beberapa petikan nukilan Ibn ‘Athaillah,
Pengarang Latha’if al-Minan Rahasia Yang Maha Indah
untuk bukunya anda bisa download di http://www.4shared.com/file/NHZBnA-G/Rahasia_Yang_Maha_Indah.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 31, 2011 in Kata-kata Mutiara

 

>Satu Menit

>

Satu menit? Sepertinya tak bermakna, mungkin karena tak berasa. Lewat begitu saja. Hanya enam puluh ketukan, jika satu ketukan itu bernilai satu detik. Benar-benar tak terasa, hingga akhirnya tak dimaknai. Seringkali kumpulan menit itu kita perlakukan seperti air, mengalir begitu saja. Tanpa kita berikan arah, tanpa kita tetapkan tempat berakhir. Mengalir, mengalir dan mengalir…
Seringkali himpunan menit itu kita perlakukan seperti gelas, kita isi dan nikmati tanpa kita sadari khasiat dari isi gelas itu sendiri. Yang penting lezat, segar dan mengusir rasa haus kita.
Padahal satu menit, enam puluh ketukan itu bisa membawa kita kepada dua pilihan tempat berakhir. Keindahan atau kepedihan. Karena enam puluh ketukan itu ternyata bernilai, sangat bernilai dimata Sang Pemilik waktu, Sang Maha Penghenti waktu. Karena satu menit itu tak pernah luput dari penglihatan dan pengawasan Sang Maha Bijak, Sang Maha Pemberi ganjaran. Karena satu menit itu memiliki arti bagiNya, atas keputusan yang ditetapkan untuk kita.
Dia akan menghargai satu menit yang dimiliki dalam hidup ini dengan berlipat penghargaan yang tak terbayangkan oleh kita. Karena Dia-lah sebaik-baiknya pemberi penghargaan bagi manusia yang tak pernah lelah mencari perhatianNya.
Satu menit saja, tak lebih, dapat bermakna, jika kita mau. Satu menit saja, hanya satu menit, dapat bernilai, jika kita tahu. Karenanya satu menit itu tak layak kita buang.

Dalam satu menit, kita bisa melakukan banyak kebaikan dan kebahagiaan.

Dalam satu menit kita bisa mendendangkan al-Faatihah dengan penuh cinta sebanyak tiga kali. Hanya tiga kali memang, tapi menurut orang-orang bijak, dengan membaca al-Faatihah satu kali saja, Allah memberikan 600 kebaikan.

Dalam satu menit, kita dapat membisikkan surat al Ikhlaas dua puluh kali, tak perlu bersuara, hanya berbisik. Allah menilai bisikan penuh makna itu sama seperti kita membaca sepertiga kitabNya.

Dalam satu menit, kita bisa mengaturkan dzikir, Laa ilaaha illallaah wahdahu laa shariikalah,lahu’l-mulk wa lahu’l-hamd wa huwa ‘ala kulli shay’in qodiir.

Dalam satu menit kita bisa mengirimkan puji Subhaanallaahi wa bi hamdihi sebanyak seratus kali. Allah akan mengampuni dosa-dosa kita meski dosa itu sebanyak buih di lautan.

Dalam satu menit kita bisa membalas cintaNya dengan mengucap Subhaan allaahi wa bi hamdihi Subhaanallaahil-’Aziim sebanyak lima puluh kali. Allah mencintai manusia yang mengucapkan dua kata ini dari bibirnya, demikian yang tertulis dalam hadits riwayat Bukhari Muslim. Rasul berkata, “Saat aku mengucapkan ‘Subhaanallaah, wa’l-hamdu Lillah, wa laa ilaah ill-Allaah, wa Allaahu Akbar (Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, Tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar), maka cintaNya berhamburan untukku (hadits riwayat Muslim).

Dalam satu menit, kita dapat mengucapkan itu sebanyak delapan belas kali. Karena kata-kata ini senantiasa dicintaiNya, kata-kata terbaik penuh dengan makna.

Dalam satu menit, kita bisa menyatakan Tidak ada kekuatan dan kekuasaan selain milikNya, Laa hawla wa laa quwwata illa Billaah. Kata-kata ini adalah satu dari kekayaan dari surga, seperti yang tercantum dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim. Kata kata ini membuat Allah mengangkat kesulitan yang ada dan membantu kita meraih yang kita inginkan.

Dalam satu menit, kita bisa menegaskan kembali pernyataan kita terdahulu, sebelum kita lahir ke dunia ini, Laa ilaaha ill-Allaah sebanyak lima puluh kali. Ini adalah kata-kata terbesar milikNya. Karena dengan memaknai kata-kata ini dalam hati, sudah cukup bukti bahwa kita mengakui keberadaanNya.

Dalam enam puluh ketukan kita bisa membaca Subhaanallaah wa bi hamdih, ‘adada khalqihi, wa ridaa nafsihi, wazinata ‘arshihi, wa midaada kalimaatihi (Maha suci Allah, sebanyak apa yang diciptakanNya, sebanyak keridhoanNya, seberat Arasy-Nya dan sebanyak tinta kata-kataNya).

Dalam satu menit, kita dapat memohon ampunanNya dengan membaca Astaghfir-Allaah sebanyak seratus kali. Dengan kesadaran sepenuhnya atas berjuta dosa yang kita lakukan.

Dalam satu menit, kita dapat mengirim doa untuk junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw, dengan mengucap Sallallaahu ‘alayhi wasallam (Semoga Allah memberkati dan memberinya kedamaian). Dengan doa itu Allah akan memberikan lima ratus kebaikan.

Dalam satu menit, kita bisa memotivasi hati kita dengan menghaturkan terima kasih padaNya, MencntaiNya, hanya berharap padaNya, takut atasNya, dan tetap melanjutkan hidup hanya karenaNya. Ini bisa kita lakukan saat kita merebahkan tubuh kita untuk beristirahat atau mungkin saat kita berjalan menuju suatu tempat.

Dalam satu menit, kita bisa membaca lebih dari dua halaman dari buku yang bermanfaat bagi kita, dan membuat kita lebih memaknai hidup. Dalam satu menit, kita bisa mencurahkan kerinduan, berbincang dengan teman lama yang terikat karena cinta Allah.

Dalam satu menit kita bisa menengadahkan tangan dan memanjatkan doa atas apa yang kita harapkan bagi diri ini.

Dalam satu menit kita bisa mengucapkan salam, mendoakan orang lain atas keselamatannya.

Dalam satu menit kita bisa sedikit merenung, mengusir bisikan setan yang senantiasa tak pernah bosan mengganggu kita untuk berpaling dariNya.

Dalam satu menit kita bisa menikmati sesuatu dengan penuh rasa syukur, bahwa kita masih punya waktu menikmatinya.

Dalam satu menit kita bisa memberikan kata-kata berharga bagi saudara kita, sekedar saling mengingatkan ke-alfaannya, menunaikan haknya untuk selalu diingatkan.

Dalam satu menit kita bisa membuang sesuatu yang berbahaya ditengah jalan.

Hanya satu menit, dan semoga berarti bagiNya.

 
 

>Don’t Be Sad

>

Jangan Bersedih, Inilah Kiat-Kiat untuk Bahagia
1. Sadarilah bahwa jika Anda tidak hidup hanya dalam batasan hari
ini saja, maka akan terpecahlah pikiran Anda, akan kacau semua urusan,
dan akan semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri Anda.
Inilah makna sabda Rasulullah: “Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore; dan
jika sore tiba, janganlah menunggu hingga waktu pagi.”
2. Lupakan masa lalu dan semua yang pernah terjadi, karena perhatian
yang terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kerugian
3. Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, sebab ia masih berada
di alam gaib. Jangan pikirkan hingga ia datang dengan sendirinya.
4. Jangan mudah terguncang oleh kritikan. Jadilah orang yang teguh
pendirian, dan sadarilah bahwa kritikan itu akan mengangkat harga diri
Anda setara dengan kritikan tersebut.
5. Beriman kepada Allah, dan beramal salih adalah kehidupan yang
baik dan bahagia.
6. Barangsiapa menginginkan ketenangan, keteduhan, dan
kesenangan, maka dia harus berdzikir kepada Allah.
7. Hamba harus menyadari bahwa segala sesuatu berdasarkan
ketentuan qadha’ dan qadar.
8. Jangan menunggu terima kasih dari orang lain.
9. Persiapkan diri Anda untuk menerima kemungkinan terburuk.
10. Kemungkinan yang terjadi itu ada baiknya untuk diri Anda.
11. Semua qadha’ bagi seorang muslim baik adanya.
12. Berpikirlah tentang nikmat, lalu bersyukurlah.
13. Anda dengan semua yang ada pada diri Anda sudah lebih banyak
daripada yang dimiliki orang lain.
14. Yakinlah, dari waktu ke waktu selalu saja ada jalan keluar.
15. Yakinlah, dengan musibah hati akan tergerak untuk berdoa.
16. Musibah itu akan menajamkan nurani dan menguatkan hati.
17. Sesungguhnya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan
18. Jangan pernah hancur hanya karena perkara-perkara yang sepele.
19. Sesungguhnya Rabb itu Maha Luas ampunan-Nya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 21, 2011 in Kata-kata Mutiara

 

>Seni Hidup

>

SENI tidak lebih penting daripada HIDUP
Namun HIDUP terasa MENYEDIHKAN bila TANPA SENI
Orang yang tidak tahu cara HIDUP YANG BAIK Harus bisa MENINGGAL dengan BAIK
Jika orang membungkus dirinya SENDIRI, Ia akan membuat BUNGKUSAN YANG CANTIK

Senyum adalah KUNCI pembuka RUMAH KEBAHAGIAAN
KASIH SAYANG adalah PINTUNYA
Sikap SELALU GEMBIRA adalah TAMANNYA
IMAN adalah CAHAYANYA
RASA AMAN adalah DINDINGNYA
KEBAHAGIAAN adalah ketika seseorang…

Memiliki WAJAH YANG CERAH,
kebun yang HIJAU,
Air minum yang SEJUK,
Buku (bacaan) YANG BERMANFAAT,
Hati yang BERSYUKUR,
Terjauh dari MAKSIAT,
Serta MENCINTAI KEBAIKAN

KENIKMATAN DUNIA adalah FATAMORGANA
PENDERITAAN atau MUSIBAH adalah PENGHAPUS DOSA
KEMARAHAN adalah API YANG MENGHANGUSKAN
WAKTU KOSONG adalah KERUGIAN

IBADAH adalah PERNIAGAAN
KENIKMATAN DUNIA berada dalam KESEHATAN
Kenikmatan MASA MUDA berada dalam SEMANGAT dan KREATIVITAS
KEMULIAAN ada dalam TAKWA
KEHORMATAN ada dalam HARTA
KEPRIBADIAN YANG BAIK ada dalam KESABARAN

Jangan TERLALU BERAMBISI untuk mengerjakan seluruh yang di dengar
Jangan terlalu BERHARAP kepada Teman
Jangan mengerjakan SELURUH KEINGINAN
KEUNGGULAN dalam BERKATA-KATA menciptakan KEPERCAYAAN DIRI
KEUNGGULAN dalam BERPIKIR menciptakan SESUATU YANG SANGAT BESAR
KEUNGGULAN dalam MEMBERI menciptakan CINTA

Orang yang SABAR dan TOLERAN akan DIHORMATI
Orang yang PELIT DAN SERAKAH akan DIBENCI
Orang yang GEMAR berbuat KEBAIKAN akan DICINTAI
Orang yang sering MEMINTA-MINTA akan DIJAUHI
Mereka yang ORIENTASI hidupnya untuk DUNIA
Maka ia hanya akan mendapatkan DUNIA
Bahkan bisa juga tidak mendapatkan apa-apa
Mereka yang ORIENTASI hidupnya untuk AKHIRAT, Ia akan mendapatkan KEDUANYA… DUNIA dan AKHIRAT.

TINDAKAN MANUSIA BISA DI MODIFIKASI Tetapi SIFAT MANUSIAWI tidak bisa di ubah
CINTA…KEBAHAGIAAN…KASIH SAYANG…PERSAUDARAAN DAN PERSAHABATAN…Tumbuh dari HATI YANG TULUS…
Ada SATU KATA yang membebaskan kita dari BEBAN HIDUP dan PENDERITAAN. SATU KATA itu adalah KASIH…

Hiduplah seperti BURUNG …
Yang selalu AKTIF MENCARI REZEKI pagi dan petang …
Dia tidak menghiraukan apa yang akan terjadi ESOK HARI …
Dia tidak pernah KHAWATIR akan HARI ESOK…
Dia juga TIDAK BERHARAP pada siapapun…
TIDAK BERGANTUNG pada siapapun…
KECUALI kepada TUHANNYA
TIDAK MENYAKITI siapapun…
Serta terbang kian kemari dengan RIANG dan PENUH KELEMBUTAN
Bila KELEMBUTAN MELEKAT pada sesuatu pastilah ia akan MENGHIASINYA
Apabila TERLEPAS ia juga akan MEMPERBURUKNYA
SELAMAT menjalani HIDUP dengan INDAH...

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 10, 2011 in Kata-kata Mutiara

 

>Mutiara-mutiara dari Taurat

>

Mutiara-mutiara dari Taurat

Syeh Nawawi Al Bantaniy menerangkan bahwa Imam Wahab bin Munabbih, semoga Allah merahmati beliau, berkata: “Telah tertulis dalam kitab Taurat duapuluh nasihat dan ditambahkan oleh Imam Nawawi tujuh (7) nasehat sehingga menjadi dua puluh tujuh (27) nasehat:

Taqwa
1. Barangsiapa yang mencari bekal di dunia untuk perjalanan akhirat dengan taqwa, yaitu menjauhi setiap sesuatu yang dikhawatirkan akan membahayakan agama, maka di hari kiamat dia akan menjadi kekasih Allah.

Marah
2. Barangsiapa yang meninggalkan marah, maka dia akan menjadi tetangga Allah.
Rasulullah saw. bersabda
“Bukanlah orang yang kuat itu sebab membanting lawannya; sesungguhnya orang yang kuat itu hanyalah orang yang dapat menguasai dirinya pada waktu marah”.
Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Barangsiapa yang dapat menahan marahnya, niscaya Allah akan menahan siksa-Nya terhadap dirinya”.

Mencintai Kesenangan Dunia
3. Barangsiapa yang meninggalkan kesenangan hidup di dunia dengan tidak mencintai kesenangan-kesenangan di dunia, niscaya di hari kiamat dia akan menjadi orang yang aman dan selamat dari siksa Allah.

Hasud
4. Barangsiapa yang meninggalkan perbuatan hasud, niscaya di hari kiamat dia akan menjadi orang yang terpuji di hadapan para makhluk.
Rasulullah saw. bersabda:
“Awas-awas kamu, jauhilah olehmu sekalian perbuata hasud; karena sesungguhnya kedua putera nabi Adam, salah seorang dari keduanya membunuh saudaranya hanyalah karena hasud”.

Sombong
5. Barangsiapa yang meninggalkan kesenangan berlagak, niscaya di hari kiamat dia akan menjadi orang yang mulia di sisi Dzat Yang Maha Merajai lagi Maha Perkasa.
Telah diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Tiadalah seseorang laki-laki yang mengagungkan dirinya dan sombong dalam berjalan, kecuali dia akan bertemu Allah sedangkan Allah sangat murka kepadanya”. HR. Imam Ahmad, Bukhari dan Al Hakim.

Harta, Pangkat dan Tahta
6. Barangsiapa yang meninggalkan kelebihan-kelebihan di dunia dari: omongan, harta, pangkat dan lainnya dari hal-hal yang mubah yang dapat menempatkan dalam kemaksiatan dan kelalaian, niscaya dia akan menjadi orang yang akan diberi kelapangan dalam makanan-makanan bersama orang-orang abrar (orang-orang yang berbuat kebajikan).

Permusuhan
7. Barangsiapa yang meninggalkan permusuhan di dunia, niscaya di hari kiamat dia termasuk orang-orang yang berbahagia, selamat dan memperoleh kebaikan.
Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Barangsiapa yang meninggalkan berbantah sedangkan dia tidak berhak membantah, niscaya akan dibangunkan rumah baginya di sebuah tempat di sorga. Barangsiapa yang meninggalkan berbantah sedangkan dia berhak untuk membantah, niscaya akan dibangunkan rumah baginya di tengah-tengah sorga. Dan barangsiapa yang membaguskan akhlaknya, niscaya akan dibangunkan rumah baginya di atas sorga”.

Kikir
8. Barangsiapa yang meninggalkan sifat kikir di dunia, niscaya dia akan menjadi orang yang disebut-sebut di hadapan para makhluk. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Tidak dapat berkumpuk iman dan sifat kikir dalam hati seorang mukmin selama-lamanya”. HR Ibnu Sa’ad.
Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Penyakit manakah yang lebih berbahaya dari pada sifat kikir?” HR Imam Ahmad, Bukhori dan Muslim.

Berleha-leha
9. Barangsiapa yang meninggalkan beristirahat di dunia, yakni dengan memayahkan dirinya untuk taat kepada Allah, niscaya di hari kiamat dia akan menjadi orang yang disenangkan di sorga.

Makanan, Minuman, Pakaian, Ucapan, dan Perbuatan Haram
10. Barangsiapa yang meninggalkan haram, dalam makanan, minuman, pakaian, ucapan dan perbuatan, niscaya di hari kiamat dia akan menjadi tetangga para nabi a.s.

Pemandangan Haram
11. Barangsiapa yang meninggalkan memandang sesuatu yang haram di dunia, niscaya di hari kiamat Allah akan menggembirakan matanya di sorga dengan dapat memandang apa yang akan menyenangkan dia dari hal-hal yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah dibayangkan dalam hati.
Barangsiapa yang meninggalkan kekayaan di dunia dan memilih kefaqiran, niscaya di hari kiamat Allah akan membangkitkannya bersama para wali dan para nabi.
Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:
“Jika kamu mencintaiku maka bersiap-siaplah kamu untuk faqir dengan menghabiskan hartamu, karena sesungguhnnya faqir itu lebih cepat (sampai) kepada orang yang mencintaiku dari pada banjir ke muaranya. HR. Imam Ahmad dan At Turmudzi.

Bekerja
12. Barangsiapa yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia di dunia, niscaya Allah akan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya di dunia dan akhirat.
Nabi Muhammad saw. telah bersabda:
“Barangsiapa yang memenuhi satu kebutuhan dari saudaranya yang muslim, niscaya baginya ada pahala seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan umroh”.
Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Barangsiapa yang memenuhi satu kebutuhan dari saudarannya yang muslim, niscaya baginya ada pahala seperti pahala orang yang mengabdi (ta’at) kepada Allah selama hidupnya”.
Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Imam Al Hifni: “Yakni seperti orang yang shalat selama hidupnya. Karena sesungguhnya shalat adalah pengabdian kepada Allah di bumi”, sebagaimana yang dikatakan pula oleh imam Al ‘Azizi.

Penghibur dalam Kubur
13. Barangsiapa yang ingin mempunyai penghibur di dalam kuburnya, maka hendaklah dia bangun pada waktu gelap malam dan hendaklah dia shalat sunnat meskipun hanya satu raka’at.

Zuhud
14. Barangsiapa yang ingin berada di bawah naungan ‘arasy dari Dzat Yang Maha Penyayang, maka hendaklah dia menjadi orang yang zuhud, yakni orang yang berpaling dengan hatinya dari dunia.
Nabi Muhammad saw. telah bersabda:
“Permulaan ummat ini selamat sebab zuhud dan keyaqinan, dan akhir dari umat ini akan celaka sebab tamak dan angan-angan yang panjang”.

Penasehat diri
15. Barangsiapa yang ingin perhitungan amalnya mudah, maka hendaklah dia menjadi penasehat bagi dirinya sendiri dan saudara-saudaranya. Diriwayatkan dari sahabat ‘Utsman bin ‘Affan, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda:
“Barangsiapa yang hari demi hari kebaikannya tidak bertambah, maka orang tersebut adalah orang yang bersiap-siap ke neraka dengan nyata”. HR. Al ‘Askari.
Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Jika salah seorang dari kamu menemukan nasihat dalam dirinya bagi saudaranya, maka hendaklah dia menuturkan nasehat tersebut kepadanya”. HR. Ibnu ‘Adi.

Wara’
16. Barangsiapa yang ingin para malaikat mengunjunginya, maka hendaklah dia menjadi orang yang wara’. Sifat wara’ adalah syarat dalam melakukan istiqamah dalam agama. Sifat wara’ yang paling rendah adalah sifat wara’ dari orang-orang yang adil yang disebutkan dalam kesaksian, dan sifat wara’ yang paling tinggi adalah sifat wara’ dari orang-orang yang shiddiq.
Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Sebaik-baik pekerjaan agamamu adalah wara’”.

Tengah Surga
17. Barangsiapa yang ingin bertempat tinggal di tengah-tengah surga, maka hendaklah dia menjadi orang yang mengingat Allah di waktu malam dan siang hari.
Imam Al Qusyairi berkata:
“Seseorang hamba tidak dapat sampai kepada Allah kecuali dengan melanggengkan dzikir. Sedang dzikir itu ada dua macam: dzikir lisan dan dzikir hati. Dzikir lisan itu dapat menyampaikan hamba pada melanggengkan dzikir hati dan dalam memberi pengaruh bagi dzikir hati. Maka tatkala hamba itu berdzikir dengan lisan dan hatinya, maka dia adalah orang yang sempurna dalam sifatnya dalam keadaan menempuh jalan menuju ridla Allah.

Tanpa Perhitungan
18. Barangsiapa yang ingin masuk surga tanpa perhitungan amal, maka hendaklah dia bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha.
Imam Al Qusyairi berkata:
“Taubat itu adalah permulaan persinggahan dari persinggahan-persinggahan orang-orang yang menempuh jalan menuju ridla Allah dan permulaan pangkat dari pangkat-pangkat orang-orang yang menuntut ridla Allah.
Ahli ma’rifat berkata:
“Basuhlah empat perkara dengan empat: Basuhlah mukamu dengan air matamu. Basuhlah lidahmu dengan dzikir kepada Penciptamu. Basuhlah hatimu dengan takut kepada Tuhanmu. Dan basuhlah dosa-dosamu dengan bertaubat kepada Tuhanmu”.

Orang Kaya
19. Barangsiapa yang ingin menjadi orang kaya, maka hendaklah dia rela dengan apa yang Allah telah bagikan kepadanya dan kepada orang lain, mengenai harta, pangkat dan lainnya.
Abdul Wahid bin Zaid berkata:
“Rela itu adalah pintu Allah yang paling agung dan sorga dunia”.

Pandai
20. Barangsiapa yang ingin menjadi orang yang pandai beserta Allah, maka hendaklah dia menjadi orang yang khusyu’ dalam urusan-urusan agamanya. Artinya menjadi orang yang tunduk pada urusan-urusan agama tersebut karena kebenaran, serta menerima kebenaran tersebut dari orang yang manapun yang mengatakannya.

Bijaksana
21. Barangsiapa yang ingin menjadi orang yang bijaksana, maka hendaklah menjadi orang yang pandai.
Telah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Barangsiapa yang berangkat di waktu pagi atau petang, sedangkan dia dalam mengajarkan agamanya, niscaya dia berada dalam sorga”. HR. Abu Na’im.
Ini adalah apa yang dikatakan pada waktu melaksanakan pelajaran dari Syeikh Ali Al Maghrabi, semoga Allah mensucikan rahasia beliau:
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menitipkan kepada-Mu apa yang telah aku baca. Oleh karena itu kembalikanlah titipan tersebut kepadaku pada waktu aku memerlukannya”.

Selamat dari Kejelekan Manusia
22. Barangsiapa yang ingin menjadi orang yang selamat dari kejelekan manusia, maka hedaklah dia tidak menyebutkan salah seorang dari mereka kecuali dengan baik. Dan hendaklah dia mengambil pelajaran pada dirinya, dari apakah dirinya diciptakan. Sesungguhnya dia diciptakan dari sperma yang menjijikkan, dan untuk apa dia diciptakan. Dia diciptakan adalah untuk ta’at kepada Allah ta’ala.

Kemuliaan Dunia Akhirat
23. Barangsiapa yang ingin kemuliaan di dunia dan akhirat, maka hendaklah dia memilih akhirat dari pada dunia, dengan tetap beribadah pada semua waktunya selama dia kuat melakukannya.

Maksiat
24. Barangsiapa yang ingin surga Firdaus dan kenikmatan yang tidak rusak, yakni kenikmatan sorga, maka hendaklah dia tidak menyia-nyiakan umurnya dalam kerusakan dunia dengan melakukan perbuatan maksiat.

Dermawan
25. Barangsiapa yang ingin kesenangan di dunia dan akhirat, maka wajib baginya bersifat dermawan. Karena sesungguhnya orang yang dermawan itu dekat dengan sorga dan jauh dari neraka.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra.: “Rasulullah saw. telah bersabda:
“Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah ta’ala, dekat dengan manusia, dekat dengan sorga dan jauh dari neraka. Orang yang kikir itu jauh dari Allah ta’ala, jauh dari manusia, jauh dari sorga dan dekat dengan neraka. Dan orang bodoh yang dermawan itu lebih dicintai oleh Allah ta’ala dari pada orang yang ahli ibadah yang kikir”.
Di antara cerita dari orang-orang yang mulia adalah bahwasannya Hasan dan Husein serta Abdullah bin Ja’far telah keluar untuk melaksanakan ibadah haji, kemudian bekal mereka hilang sehingga mereka kelaparan dan kehausan. Kemudian mereka melewati rumah seorang wanita tua yang di dalamnya ada seekor domba. Mereka meminta kepada wanita tersebut, lalu wanita tua itu memberi minum mereka susu domba tersebut dan dia menyembelihnya untuk mereka. Setelah suatu waktu, Hasan melihat wanita tua itu di Madinah dan dia mengenalinya, lalu dia memberi wanita tua itu seribu ekor domba dan seribu dinar, lalu dia mengantarkan wanita itu kepada saudaranya, Husein. Husein pun memberi wanita itu sama seperti Hasan. Kemudian ia mengantarkannya kepada Ibnu Ja’far At Thayyar dan Ibnu Ja’far memberinya dua ribu ekor domba dan dua ribu dinar. Ibnu Ja’far berkara:
“Andaikan engkau datang pertama kali kepadaku, niscaya aku akan membuat payah Hasan dan Husein”. Kemudian wanita tua itu pulang dengan membawa empat ribu ekor domba dan empat ribu dinar.

Tafakur & Mengingat Mati
26. Barangsiapa yang ingin Allah menyinari hatinya dengan cahaya yang sempurna, maka wajib baginya bertafakkur dan mengambil pelajaran dalam keagungan Allah ta’ala dan mengambil nasihat dengan kematian.

Memohonkan Ampunan
27. Barangsiapa yang ingin memiliki badan yang sabar, lisan yang selalu berdzikir dan hati yang khusyu’, maka wajib baginya memperbanyak permohonan ampun bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dan orang-orang muslim laki-laki dan perempuan.
Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Barangsiapa yang memintakan ampun bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, niscaya Allah akan menulis baginya dengan setiap mukmin laki-laki dan perempuan, satu kebaikan”. HR. At Thabrani dari ‘Ubadah bin As Shomit.
Nabi saw. telah bersabda:
“Barangsiapa yang memohonkan ampun bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan setiap hari duapuluh tujuh kali, niscaya dia termasuk orang-orang yang dikabulkan do’anya dan penduduk bumi diberi rizki sebab mereka”. HR. At Thabrani dari Abu Darda’.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 27, 2010 in Kata-kata Mutiara

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.