RSS

Arsip Kategori: Motivasi

>6 (enam) CARA MEMAAFKAN DIRI SENDIRI…

>

.fullpost { display: none; }
Di dalam kehidupan ini setiap manusia pasti pernah mengalami rasa bersalah dan tidak bisa memaafkan diri sendiri..??!! Ada rasa penyesalan yang berkepanjangan sehingga rasa bersalah itu menjadi beban pikiran dan manusia tidak bisa menerima atas perbuatan kesalahan tersebut. Pada kenyataannya memaafkan diri sendiri menjadi sebuah masalah untuk sebagian besar manusia. Manusia seringkali berbuat salah adalah hal yang lumrah terjadi. bahkan Nabi adam sekalipun pernah melakukan kesalahan. Namun permasalahannya adalah ketika kesalahan yang dibuat tersebut begitu besar, manusia seringkali mengalami kesulitan untuk memaafkan diri sendiri dan terus terbenam di dalam dirinya menjadi sebuah penyesalan…

Saya sendiri pernah mengalami penyesalan yang begitu besar dalam hidup ini. Saya pernah mengabaikan sahabat terbaik saya karena kesibukan saya. Suatu hari sahabat setia saya mengalami kecelakaan dan di rawat di rumah sakit. Saya mendapat kabar bahwa hanya kakinya yang cedera, sehingga saya menganggap hal tersebut tidak terlalu berbahaya. Tidak seorangpun yang mengetahui bahwa dalam usianya yang masih muda teman saya menderita diabetes mellitus. Sehingga lukanya yang ringan mengalami pembusukan sampai daerah paha mendekati perut. Menurut dokter kakinya harus diamputasi tapi dia menolak. Pada akhirnya teman saya meninggal dunia…. Saya menyesal karena belum mampu menjadi sahabat yang baik, dia harus pergi sebelum saya sempat menjenguknya, karena kebetulan saat itu sedang sibuk menghadapi ujian akhir SMA.

Saat itu saya sempat tidak menerima diri sendiri. Penyesalan selalu datang belakangan. Kesalahan yang sulit diterima oleh diri sendiri. Namun saya sadar, menyalahkan diri sendiri tiada gunanya. Saya tahu Tuhan maha Pengampun. Saya harus bisa memaafkan diri sendiri, mengambil hikmahnya dan melangkah ke depan.

Berikut ini beberapa cara Agar Anda bisa memaafkan diri sendiri

1. AKUI DAN IKHLASKAN…

Akui kesalahan yang Anda buat. Sadari bahwa hal tersebut memang seharusnya tidak Anda lakukan. terimalah semua itu dan ikhlaskan. Kembalikan semua itu kepada Yang Maha Agung.

2. MEMBUKA DIRI….
Bukalah hati dan pikiran Anda. Janganlah menghakimi diri, bahwa Anda selalu salah atau penuh kelemahan. Ingat masih ada potensi yang Anda miliki. Gali kembali potensi dan keluarkan semua.

3. Yang Anda miliki adalah SEKARANG
Masa lalu tidak dapat Anda ubah. Kesalahan apapun yang Anda lakukan, Anda tidak bisa kembali lagi ke masa itu dan mengubahnya. Yang Anda milki adalah sekarang. Fokuslah pada apa yang Anda miliki sekarang. Fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan SEKARANG

4. AMBIL HIKMAHNYA
Ambil pelajaran dari apa yang sudah Anda lakukan. kesalahan yang Anda lakukan adalah pelajaran berharga. Jangan sampai Anda melakukannya lagi. Coba gali mengapa Anda bisa melakukannya. Ambil hikmah dari kejadian tersebut. Bayangkan bila situasi tersebut kembali terjadi. Apa yang Anda lakukan agar Anda tidak mengulang kesalahan yang sama. Buat perencanaan. Dan pastikan Anda sekarang melangkah dengan benar.

5. Coba bicarakan dengan sahabat, keluarga atau professional
Coba bicarakan dengan orang dapat Anda percaya. Salah satu faktor kesalahan yang sering kita buat adalah kurangnya informasi yang kita dapat. Saat kita mencoba menceritakan sesuatu dengan sesorang, Orang tersebut mungkin mempunyai pandangan yang berbeda. hal ini akan membantu kita menghadapi tantangan kedepannya. Dan bisa jadi menjadi solusi atas permasalahan yang ada

6. Mencoba “tantangan” baru
Saat kita belum bisa memaafkan diri, kita akan sulit mencoba hal baru. Jika Anda melakukan kesalahan dalam menjalin hubungan, maka Anda akan kesulitan untuk melakukan hubungan baru. Namun bila Anda sudah mulai memaafkan diri Anda. Anda harus berani untuk mencoba hal baru. Jangan pernah takut untuk melakukan kesalahan lagi. YAKINLAH bahwa Anda BISA!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2010 in Motivasi

 

>Menjadi Orang Yang Bahagia Jauh Lebih Baik daripada Sukses

>

.fullpost { display: none; }

Setiap orang pada hakikatnya ingin sukses, akan tetapi banyak orang yang menyalahartikan kesuksesan itu seperti apa. Bagi sebagian orang beranggapan bahwa sukses adalah suatu keberhasilan atau keberuntungan karena telah mendapat sesuatu seperti memiliki kekayaan yang berlimpah, kedudukan atau jabatan yang tinggi, menjadi orang yang terkenal dan lain sebagainya. Pernahkah kita berpikir bahwa kesuksesan itu tidak bisa membeli suatu kebahagiaan? Kita bisa membeli mobil mewah atau rumah besar tapi kenyamanan, ketentraman dan kebahagiaan itu tidak bisa kita beli dengan uang yang kita miliki. Tak jarang kita melihat banyak orang yang melakukan penyimpangan untuk mendapatkan kesuksesan itu sendiri dengan menghalalkan berbagai cara sehingga mental orang tersebut dapat berubah menjadi egois, mementingkan dirinya sendiri daripada orang lain. Bahkan demi mengejar kesuksesan itu, banyak yang sampai mengorbankan keluarga, teman atau rela menyerahkan kehormatannya. Ia menjadi orang yang mengabaikan keluarganya sendiri sehingga kehidupan rumah tangganya menjadi tidak harmonis dan dipenuhi perasaan was-was atau gelisah. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling bermakna dalam hidup.

Dasar dari kesuksesan itu berasal dari kebahagiaan yang tiada henti diperoleh, kebahagiaan itu tidak hanya dinikmati sendiri tetapi dapat dinikmati oleh banyak orang. Ketika kita mendistribusikan keberhasilan yang kita miliki kepada orang-orang disekeliling kita dan melihat mereka sukses, maka di situlah terdapat kebahagiaan. Ketika kita berkarya untuk orang lain yang manfaatnya berdimensi lama dan dirasakan oleh banyak orang, disitulah makna kesuksesan dan kebahagiaan yang benar. Seperti yang pernah saya alami yaitu teman saya memberi sepotong kue kepada saya, ketika kue itu habis maka kebahagiaan itu pun sirna. Akan tetapi, ketika saya pernah memberikan hadiah bros jilbab kepada teman saya, ia merasa sangat senang banget dengan wajah penuh senyuman yang khas, hal tersebut membuat saya bahagia hingga sekarang dan tidak pernah pudar seiring berkurangnya waktu karena kami menjadi sahabat sejati. Mahatma Gandhi mengatakan: “Kebahagiaan tergantung pada apa yang kita berikan, bukan pada apa yang kita peroleh”. Hal tersebut juga merupakan salah satu wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga Dia akan membalas kebahagiaan kita dengan nikmat yang lain jauh lebih besar dari kesuksesan itu sendiri. Diantaranya adalah keseimbangan hidup. Jika hidup kita telah seimbang maka kita dapat mengatur waktu kita menjadi lebih efektif sehingga menghasilkan satu hal yang luar biasa, menjadikan kita senantiasa menjaga kecenderungan nafsu, emosional, dan terbebas dari berbagai masalah. Hubungan kita dengan Allah juga semakin kuat, perasaan menjadi tentram dan membuat proses aktualisasi diri semakin konsisten untuk mencapai cita-cita yang mulia. Hal itu dapat terlihat dari berkembangnya potensi yang dimiliki seseorang dari hari ke hari karena ada upaya yang optimis untuk selalu mengasahnya. Seperti seseorang yang berpotensi ingin menjadi seorang penulis atau akuntan maka ia terus meningkatkan kemampuannya dibidang menulis atau ilmu akuntansi. Walaupun cita-cita telah berhasil didapatkannya, ia terus tumbuh sampai akhir hayatnya dan memberikan manfaat bagi orang lain bagaikan air yang mengalir tanpa henti. Menjadi orang yang bahagia jauh lebih tenang, damai buat kita, bukan sekedar menjadi orang yang sukses atau menjadi orang besar. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama menuju titik yang kita harapkan tersebut yakni mencapai kebahagiaan dalam hidup ini sehingga memperoleh ‘akhir’ yang baik.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2010 in Motivasi

 

>Mengembangkan Kekuatan Kemauan dan Disiplin Diri

>

be yourself
Kebanyakan orang mengagumi dan menghargai pribadi-pribadi yang kuat yang telah memenangkan kesuksesan besar dengan menampakkan kekuatan kemauan dan disiplin diri. Semua orang yang melakukan perjalanan hidup, dengan kekuatan kehendak yang sepenuhnya, disiplin diri dan ambisi telah memperbaiki hidup mereka, belajar keahlian-keahlian yang baru, mengurangi berat badan mereka, menaikkan tinggi-tinggi bidang yang mereka pilih atau semakin maju dalam langkah spiritual mereka.
Kebenarannya adalah bahwa setiap orang dapat mencapai level-level yang tinggi dari kekuatan kemauan dan disiplin diri melalui suatu metode training yang praktis. Kekuatan batin seperti ini tidak disisihkan hanya bagi beberapa orang istimewa.
Kekuatan kemauan dan disiplin diri adalah dua hal yang paling penting dan menjadi kekuatan batin yang berguna bagi kehidupan setiap manusia, dan selalu disebut sebagai alat esensial untuk kesuksesan di seluruh area kehidupan. Mereka dapat dipelajari dan dikembangkan sebagaimana keahlian lainnya, namun kenyataannya hanya beberapa gelintir orang saja yang mengambil langkah-langka untuk berkembang dan menguatkan mereka dalam jalan sistematis.
Apakah Itu Kekuatan Kemauan?
Hal ini adalah kekuatan batiniah untuk membuat keputusan, mengambil tindakan, dan menangani dan melaksanakan tujuan atau tugas apapun hingga selesai dikerjakan, tidak perduli ada aturan baik di dalam maupun di luar, ketidak-nyamanan atau dan kesulitan-kesulitan.
Hal ini membuahkan satu kemampuan untuk mengatasi kemalasan, godaan dan kebiasaan-kebiasaan negatif, dan melaksanakan satu tindakan, meskipun membutuhkan jerih payah, tidak menyenangkan dan melelahkan dan berlawanan dengan kebiasaan sendiri

Apakah Disiplin Diri?

Hal ini adalah penolakan akan pemuasan secara instant untuk mengingini sesuatu yang lebih baik. Hal ini adalah menghentikan kesenangan instant dan pemuasan untuk suatu tujuan yang lebih tinggi dan lebih baik.
Hal ini memanifestasikan kemampuan untuk bertahan pada tindakan, pemikiran dan tindak tanduk, yang memimpin kepada perbaikan dan kesuksesan. Disiplin diri adalah kontrol diri, dan termanifestasi dalam disiplin spiritual, mental, emosional dan fisik. Tujuan dari disiplin diri sebenarnya bukanlah hidup dengan gaya hidup membatasi atau penuh aturan. Hal ini bukanlah menjadi berpikiran sempit atau hidup seperti seorang pendeta ynng asetik. Ini adalah salah satu pilar kesuksesan dan kuasa. Hal ini melimpahkan kekuatan batiniah untuk memfokuskan seluruh energi pada satu tujuan dan bertahan hingga terlaksana.

Kedua kemampuan ini dibutuhkan untuk tindakan-tindakan dan keputusan sehari-hari, dan juga membuat keputusan utama dan meraih kesuksesan utama. Keduanya dibutuhkan untuk memulai dan meneruskan belajar, membangun suatu bisnis, menurunkan berat badan, bodybuilding dan latihan fisik, memelihara hubungan baik, mengubah kebiasaan, pengembangan diri, meditasi, pertumbuhan spiritual, mempertahankan dan melaksanakan janji-janji kita dan untuk hampir setiap hal lainnya.

Salah satu metode yang paling sederhana dan efektif adalah mengembangkan kekuatan kemauan dan disiplin diri dengan cara menolak memuaskan keinginan-keinginan yang tidak penting dan tidak perlu. Setiap orang terus-menerus diperhadapkan dan dicobai dengan mata air keinginan dan godaan yang tidak pernah berhenti, banyak di antaranya tidaklah terlalu penting ataupun begitu diinginkan. Dengan belajar menolak memuaskan semua itu Anda akan bertumbuh menjadi lebih kuat.

Menolak dan menyingkirkan keinginan-keinginan yang tidak berguna, membahayakan dan tidak penting, dan bersikap berlawanan dengan kebiasan-kebiasaan Anda, menajamkan dan menguatkan kekuatan batiniah Anda. Dengan terus-menerus melatih kekuatan batiniah Anda bertumbuh, sama seperti melatih otot-otot Anda di gym akan meningkatkan kekuatan fisik Anda. Dalam kedua hal ini, ketika Anda memerlukan kekuatan batiniah atau kekuatan fisik Anda, maka akan tersedia pada saat diperlukan.

Berikut beberapa contohnya:
- Jangan membaca surat kabar selama satu atau dua hari
- Minumlah air putih jika Anda harus, dan bukannya memuaskan keinginan Anda untuk meminum soft drink.
- Cobalah naik atau turun ke lantai atas atau bawah tanpa harus memakai lift.
- Turunlah dari stasiun bis sebelum atau sesudah tujuan Anda, dan berjalanlah selanjutnya.
- Selama 1 minggu pergilah tidur 1 jam lebih awal dari biasanya
- Sesekali lawan keinginan Anda untuk makan es krim
Hal-hal ini hanyalah beberapa contoh dari begitu banyak latihan yang dapat Anda lakukan dengan tujuan mengembangkan kekuatan batiniah dan disiplin diri. Latihan-latihan seperti ini akan menambahkan dalam gudang kekuatan batiniah Anda. Dengan mengikuti metode training yang sistematis Anda dapat menjangkau kontrol yang lebih jauh atas diri Anda dan hidup Anda sendiri, raihlah tujuan-tujuan Anda, majukan hidup Anda terimalah kepuasan dan pemikiran damai.

Diadaptasi dari artikel “Developing Will Power and Self Discipline” oleh Remez Sasson


Cara Membangkitkan KEKUATAN INTUISI…

Pada bab ini saya ingin mengatakan kepada Anda, bahwa Anda bisa mempunyai “intuisi bisnis” – seperti umumnya seorang entrepreneur atau pengusaha. Anda pasti tahu, seorang entrepreneur seakan-akan tidak pernah kehabisan ide-ide, serta terkesan punya intuisi bisnis yang bagus. Karena jika tanpa kemampuan intuisi itu, seorang entrepreneur pasti akan banyak mendapat kegagalan di dunia bisnis – dan bisa saja gagal terus. Anda pun sebenarnya bisa memiliki intuisi bisnis yang bisa Anda lakukan untuk kesuksesan Anda.

Bagaimana caranya agar kita mendapatkan wawasan intuisi? Para peneliti tentang otak dan pikiran sudah menemukan bukti fisik tentang kekuatan pikiran pada waktu mereka memetakan bagian-bagian otak yang berbeda. Sekarang ini sudah disetujui secara luas, bahwa fungsi intuisi selalu disertai dengan kinerja belahan otak kanan; yang merasakan informasi holistik, berupa lambang, gambar-gambar atau kiasan-kiasan. Sedangkan fungsi logika analitik selalu disertai dengan kinerja belahan otak kiri; yang merasakan informasi logika, bentuk linier garis lurus, yang secara berangkai memproses satu keping informasi secara bersamaan.

Dari penelitian para ahli sudah disepakati bahwa jika seseorang bisa mengkondisikan otak nya pada sebuah pancaran “gelombang alpha”, berkisar pada frekuensi 10 sampai 15 Hertz per detik, maka pikiran seseorang itu akan menjadi tenang dan rileks. Pada kondisi tersebut akan terjadi suatu reaksi lanjutan berupa aktifnya bagian otak sebelah kanan.

Kondisi inilah yang dibutuhkan untuk awal pemberdayaan dan pengembangan kemampuan otak kanan; yang pada gilirannya akan membantu untuk meningkatkan kekuatan intuisi kita. Tanpa kondisi frekuensi sekitar 10 sampai 15 Hertz per detik tersebut, pemberdayaan otak kanan akan sia-sia dan informasi tetap saja diserap secara otomatis ke dalam karakter otak kiri.

Mengembangkan otak kanan bukan berarti menyerang atau menghilangkan fungsi otak kiri yang rasional dan matematis itu. Pembelajaran mengembangkan kemampuan otak kanan secara intensif akan melengkapi cara berpikir seseorang, sehingga pola berpikirnya menjadi seimbang. Dalam jangka panjang, hal itu akan meningkatkan kualitas kehidupan yang positif dan dinamis bagi pribadi maupun lingkungannya.

Menurut Leonard Slain, dalam bukunya Art and Physic tahun 1991; perbedaan antara seorang artis seniman dan seorang ahli fisika terlihat dari caranya menganalisa persamaan matematika. Keduanya mungkin terlihat memandang sesuatu yang sama, tetapi mereka menginterpretasikan hal itu dengan cara berbeda; si seniman dalam bahasa lambang gambar dan kiasan-kiasan, si fisikawan dalam bahasa matematis. Sang seniman cenderung lebih menggunakan belahan otak kanannya, yang bertanggung jawab terhadap imajinasi kreatifnya, dan lebih banyak memakai kekuatan intuisinya untuk setiap aktivitas kerjanya. Sedangkan fisikawan lebih menggunakan belahan otak kirinya, berpikir dengan logika analitik.

Imajinasi kreatif, yang merupakan bagian dari karakter otak kanan adalah salah satu hal baik, tapi jarang sekali digunakan sebagian besar orang selama hidupnya. Andaipun itu digunakan, biasanya hanya faktor kebetulan semata. Hanya sebagian kecil orang menggunakan imajinasi kreatif tersebut dengan sengaja dan ditempatkan di pemikirannya.

Kalau tindakan otak dirangsang secara terus menerus, lewat impuls-impuls pemikiran imajinasi positif dan disertai dengan perasaan emosi jiwa; maka akan berpengaruh mengangkat orang tersebut jauh di atas cakrawala pemikiran biasa, dan terjadi aktivasi dari otak kanan; sehingga memungkinkannya bisa memiliki wawasan, ruang lingkup waktu dan kualitas yang tidak mungkin dicapai pada bidang pemikiran lebih rendah, seperti pikiran rutinitas.

Pada dasarnya, menggunakan teknik pikiran dengan kekuatan imajinasi kreatif ini dari bagian karakter otak kanan adalah agar kita menjadi semakin akrab dengan intuisi. Jika individu tersebut sudah mencapai tingkat pemikiran lebih tinggi ini, maka otomatis kemampuan pikiran kreatif diberi kebebasan untuk bertindak; imajinasi kreatif akan berperan langsung; dan jalan sudah dibuka agar indera ke enam bisa berfungsi.

Dan semakin sering Anda bergantung kepada kemampuan kreatif dari otak kanan ini, maka Anda akan mendesakkan kemampuan tersebut untuk impuls pemikiran Anda. Pada gilirannya, Anda akan semakin cepat tanggap terhadap suatu “intuisi”, yang akan mengarahkan tindakan-tindakan Anda selanjutnya.

Menurut para ahli peneliti, suatu pemikiran bersifat seperti arus listrik, yang mengalir dari sel ke sel di dalam otak dan melewati sejumlah reaksi kimia. Sekarang sudah ada peralatan elektroda (Electroencephalographic) untuk melihat gelombang otak pada saat berpikir dan membayangkan sesuatu.

Jadi Anda dapat melihat terjadinya perubahan pada gelombang otak, pada saat ada perubahan pemikiran dan membayangkan sesuatu. Kemudian jika Anda dapat meningkatkan reaksi kimia pada hubungan diantara urat syaraf di dalam otak, maka Anda dapat mempercepat daya pikir selanjutnya.

Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan kekuatan pikiran imajinasi kreatif dalam memvisualisasikan pikiran Anda; sehingga akan meningkatkan proses biokimiawi di dalam otak Anda, dan pada gilirannya menyebabkan kondisi pikiran akan menjadi “lebih intuitif”. Pikiran akan lebih cepat tanggap terhadap ide atau gagasan dalam keadaan pemikiran lebih tinggi; yang tidak bisa dicapai individu dalam keadaan pikiran biasa.

Singkatnya, dengan cara mengubah fungsi biokimiawi dan elektrika sel-sel di dalam otak dengan pemikiran-pemikiran imajinatif, maka potensi-potensi kreatif akan dapat kita keluarkan dan kita manfaatkan.

Kekuatan intuisi atau sering disebut “indera ke enam” ini merupakan sebuah kemampuan yang membedakan antara individu jenius dan individu biasa-biasa saja. Anda akan mendapatkan banyak sekali manfaat dari indera ke enam. Melalui indera ke enam (intuisi), Anda akan mendapat peringatan tentang ancaman bahaya tepat pada waktunya; agar dapat menghindarinya; dan Anda akan diberitahu mengenai kesempatan pada waktunya, agar Anda bisa menangkapnya.

Gagasan yang diterima lewat kemampuan imajinasi kreatif, jauh lebih bisa diandalkan; sebab datang dari sumber kekuatan tak terbatas, dibandingkan jika itu berasal dari kemampuan pertimbangan akal logika saja.

Sebenarnya ada banyak cara untuk menggali dan mengembangkan kekuatan intuisi untuk bisnis Anda. Jika Anda percaya dan yakin, segera lakukanlah hal-hal berikut ini, untuk mengasah dan mengembangkan intuisi Anda:

Pertama, cobalah untuk mengingat-ingat darimana gambaran-gambaran, ide-ide, wawasan, firasat atau “ilham” Anda, yang muncul pada waktu itu. Kadang-kadang, kita tiba-tiba mendapatkan ide-ide atau gambaran ke depan, yang pada saat ini belum kita jalani. Ingatlah waktunya, prosesnya dan periksalah kejadian tersebut. Anda dapat menetapkan bagaimana perasaan saat itu, pertandanya atau gambarannya. Pusatkan perhatian pada bagaimana rasanya.

Ke dua, catatlah adanya suatu desakan apa? Yang Anda rasakan sangat mendorong Anda untuk melakukan sesuatu. Dan tanggapilah itu berdasarkan apa yang diarahkan oleh energi yang Anda rasakan tersebut.

Ke tiga, cobalah ceritakan pengalaman Anda tentang datangnya gambaran-gambaran firasat itu kepada orang lain, jangan Anda simpan sendiri pengalaman intuisi Anda. Bentuklah sebuah perkumpulan dari teman-teman Anda yang sepaham dengan Anda untuk berbagi pengalaman intuisi ini.

Ke empat, dengarkanlah dan bacalah pengalaman orang lain; jangan Anda remehkan atau Anda menganggapnya “angin lalu” cerita orang tentang hal-hal bersifat intuisi, firasat ataupun hal gaib. Cobalah memahami pengalaman orang lain, karena seringkali cerita pengalaman dari orang lain itu mengandung sebuah intuisi bisnis bagi Anda. Anda bisa memanfaatkannya.

Ke lima, seringlah melakukan dzikir “Laa ilaha illallah” dengan penghayatan khusuk, dan mengingat kebesaran Allah SWT yang menciptakan bumi dan seisinya ini. Dan yakinlah bahwa Allah pasti akan membantu Anda, jika Anda mempercayaiNya. Ingatlah firman Allah di sebuah Hadits ini: “Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan (dipikirkan) hambaKu kepadaKu”. Jadi selalu berprasangkalah (berpikirlah) yang baik-baik kepada Allah, maka Allah akan baik ke kita. Allah SWT selalu bersama hambaNya yang percaya kepadaNya. Jadi kalau Anda sudah selalu merasa bersama Tuhan; tidak ada sesuatupun yang akan bisa menghalangi Anda. Tiada Tuhan selain Allah. Maha suci Allah dengan segala firmanNya.

Ke enam, Anda bisa membangkitkan, melatih dan mengasah serta memanfaatkan kekuatan intuisi Anda lewat berbagai teknik meditasi, yang sudah saya bahas pada bab terdahulu di Blog Saya ini.

Adalah suatu fakta, bahwa manusia bisa menerima suatu pengetahuan akurat melalui sumber-sumber selain kelima panca indera fisik yang sudah kita kenal. Pengetahuan seperti itu biasanya dapat diterima, pada saat pikiran berada dalam kondisi di bawah rangsangan luar biasa. Suatu keadaan darurat apapun itu, yang membangkitkan emosi dan menyebabkan jantung kita berdenyut lebih cepat dibandingkan keadaan normal; maka hal itu biasanya akan memicu bangkitnya kekuatan luar biasa dari “indera ke enam”.

Anda sebenarnya bisa belajar mengenali adanya sinyal-sinyal intuisi tersebut. Biasanya sinyal-sinyal peringatan intuisi itu bisa berupa:

Pertama, seperti peringatan awal, dalam bentuk suara hati, gambaran-gambaran, suatu sensasi yang terasa janggal atau adanya sebuah perasaan halus yang sepertinya menyatakan bahwa akan terjadi atau telah terjadi hal-hal yang tidak pada tempatnya dan tidak semestinya atau sesuatu kebohongan tengah berlangsung.
Ke dua, sinyal peringatan itu akan terus berlangsung berulang-ulang dalam bentuk samar-samar, tetapi dengan tekanan yang lebih kuat namun halus. Pada saat Anda menerima sinyal-sinyal peringatan semacam tadi, sebaiknya jangan diabaikan begitu saja; tanyakan lebih dulu kepada diri Anda dan rasakanlah dengan perasaan dan emosi mendalam. Jika hal itu berhubungan dengan suatu intuisi, maka Anda pasti akan bisa menemukan maknanya.

Setiap individu yang pernah hampir celaka dalam suatu peristiwa, pasti tahu dan pernah merasakan bantuan dari indera ke enam ini, seakan-akan ada suatu tuntunan yang tak terlihat, yang menyelamatkan dirinya dari mara bahaya gawat itu. Intuisi indera ke enam kita bisa menghadirkan semacam mukjizat.

Kekuatan intuisi dapat menjadi sarana yang bermanfaat, jika dikembangkan dan diberi perhatian khusus. Sekali Anda dapat membuka jalan ke arah sana, intuisi akan bertindak sebagai penunjuk arah jalan Anda, dan dapat menunjukkan tanda bahaya di sepanjang perjalanan; yang menjadi tanda ke arah mana yang harus dituju, masalah apa yang harus dihindari; atau apa yang harus dilakukan sebagai persiapan, agar dapat beradaptasi dan menyelesaikan masalah dengan sukses.

Selamat melatih dan mengasah kekuatan intuisi Anda, sehingga intuisi Anda bisa benar-benar bermanfaat bagi kehidupan Anda, untuk karir, bisnis maupun kebahagiaan keluarga Anda sendiri…serta bisa membuat lingkungan di sekitar Anda selalu ceria bergembira.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 3, 2010 in Ilmu, Motivasi, Tips

 

>99 Rahasia Sukses Abadi

>

Inilah suatu rahasia yang jarang diketahui oleh manusia. Suatu rahasia yang apabila Anda praktikkan satu saja, secara rutin dan berkesinambungan, niscaya Anda akan dapat mencerahkan diri Anda sendiri dan jutaan manusia di muka bumi ini.

Jika Anda merasa hidup Anda berubah dan banyak terjadi keajaiban hidup yang luar biasa setelah membaca dan mempraktikkan rahasia berikut ini, berbagilah dengan orang lain. Jika hidup Anda belum berubah, tetaplah untuk berbagi rahasia ini kepada mereka yang Anda cintai atau mereka yang mengasihi Anda, siapa tahu hidup mereka menjadi lebih bermakna.

Inilah “99 Rahasia Sukses Abadi yang Efektif dan Telah Teruji Selama Jutaan Tahun”. Selamat membaca, merenungi, dan mengamalkannya!!!

1. Jadikanlah Tuhan Allah sebagai sahabat sejati Anda. Ingatlah Dia kapanpun dan dimanapun Anda berada.

2. Berbaktilah kepada kedua orang tua Anda. Caranya mudah! Bahagiakanlah keduanya jika masih hidup, doakanlah keduanya jika mereka telah tiada.

3. Hindarilah melakukan perbuatan dosa, maksiat sekecil apapun, kegiatan yang sia-sia, tidak berguna. Jika Anda melakukan dosa, maka ini akan menghitamkan hati dan lembaran kehidupan Anda.

4. Manfaatkanlah dan isilah waktu luang Anda dengan kegiatan yang bermanfaat. Waktu luang adalah harta kekayaan yang mahal harganya.

5. Luangkanlah sejenak waktu Anda untuk membaca, misalnya: 10 menit setiap harinya sebelum Anda tidur. Milikilah atau bawalah buku, sebab sebuah ruangan tanpa buku adalah tubuh tanpa jiwa.

6. Luangkanlah sejenak waktu Anda untuk menulis, misalnya: 10 menit setiap harinya saat Anda beristirahat.

7. Luangkanlah sejenak waktu Anda untuk mencerahkan hidup minimal satu orang setiap harinya.

8. Luangkanlah sejenak waktu Anda untuk berbagi, misalnya berbagi ilmu pengetahuan, pengalaman, dll.

9. Milikilah “hati putih”, hati yang bercahaya, hati yang dipenuhi oleh cinta kasih. Dengan demikian, mudahlah bagi Anda untuk mencerahkan dunia ini.

10. Jauhilah berprasangka buruk. Ini adalah sumber dari penderitaan dan kehancuran hidup.

11. Tersenyumlah dengan tulus. Senyuman adalah obat bagi jiwa yang terluka dan penawar bagi hati yang tersakiti.

12. Ketahuilah, bahwa keinginan akan duniawi yang berlebihan adalah sumber duka jiwa yang abadi. Sebab, dunia ini adalah penjara bagi jiwa yang suci.

13. Jauhilah tertawa yang berlebihan, sebab banyak tertawa itu dapat mematikan hati dan menghilangkan wibawa.

14. Setelah kesulitan ada kemudahan. Oleh karena itu, jangan pernah menyerah jika menemui kesulitan.

15. Semua jalan pendakian adalah berliku dan terjal (sukar). Hanya mereka yang kuat dan tabahlah yang akan menemui kebahagiaan dan kesuksesan.

16. Hiduplah seimbang. Jangan sibuk bekerja sampai melupakan Allah, keluarga, dan kesehatan diri sendiri.

17. Berusahalah selalu untuk menjadi yang terbaik, atau minimal selalu menjadi lebih baik.

18. Berusahalah selalu untuk menjadi yang pertama atau minimal selalu menjadi lebih awal (dalam melakukan atau menemukan ide atau hal yang positif, tentunya).

19. Ingatlah “mantra sakti” rahasia hidup abadi:
Takkan membenci walau disakiti
Takkan berduka walau menderita
Takkan kesepian sekalipun sendirian
Takkan mati sebelum berarti
Damai bersemi, dirimu abadi

20. Belajarlah selalu dari pengalaman dan kegagalan orang lain. Jadikanlah kesalahan orang lain sebagai bahan pembelajaran.

21.Belajarlah selalu dari alam, sebab alam adalah guru kehidupan yang hakiki.

22. Ingatlah selalu tujuh kesia-siaan dalam hidup ini:
1. Cinta kasih tanpa kesetiaan
2. Kesetiaan tanpa pengorbanan
3. Pengorbanan tanpa keikhlasan
4. Keikhlasan tanpa waktu
5. Waktu tanpa ilmu
6. Ilmu tanpa amal
7. Amal tanpa Cinta kasih

23. Tidak ada yang abadi di dunia ini, kecuali amal perbuatan yang dilandasi/didasari oleh cinta-kasih.

24. Ketahuilah… bagi dunia,
kau hanyalah sesorang …
Namun bagi seseorang,
kau adalah dunia !!!
Masihkah engkau berduka ???

25. Ada lima pondasi hidup:
1. Mencintai haruslah disertai kesetiaan
2. Hidup haruslah disertai pengetahuan
3. Berusaha haruslah disertai kesungguhan
4. Menanti haruslah disertai kesabaran
5. Mati haruslah tanpa penyesalan

26. Jadilah dermawan, terutama jika Anda sendiri sedang memerlukan atau berada di dalam kesulitan. Ketahuilah, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak pula Anda akan menerima.

27. Tak ada nasib sial
Tak ada nasib beruntung
Keberuntungan, kesialan hanyalah ujian.

Tak ada hidup sedih
Tak ada hidup bahagia
Kebahagiaan, kesedihan hanyalah (per)putaran.

Tak ada dunia hitam
Tak ada dunia putih
Putih, hitam hanyalah pilihan.

28. Orang-orang yang disinari cahaya terlalu terang akan terbutakan oleh cahaya itu sendiri.

29. Tak semua orang bisa diajak melihat perubahan. sebagian besar orang malah hanya melihat memakai mata persepsi. Hanya mampu melihat realitas tanpa kemampuan melihat masa depan. Maka persoalan terbesar perubahan adalah mengajak orang-orang melihat apa yang Anda lihat dan memercayainya.

30. Belajar bukan cuma sekadar mengadopsi cara berpikir baru, melainkan juga membuang cara berpikir lama.

31. Kaya adalah mempunyai passive income lebih besar daripada gaya hidup yang kita inginkan.

32. Tips untuk menjadi kaya dengan halal, cepat, dan aman:
1. Memiliki keyakinan yang benar dan bulat untuk menjadi kaya.
2. Menentukan tujuan yang jelas dan mantap.
3. Yakin agar kita mampu mencapai tujuan.
4. Merasa harus mencapai tujuan.
5. Memiliki strategi-strategi yang terbukti membantu kita menjadi
    kaya dengan halal, cepat, dan aman.
6. Mengetahui dan menggunakan jalur yang alamiah dan mudah
    bagi kita.
7. Membuat rencana yang realistis.
8. Melakukan tindakan sesuai dengan rencana.
9. Melakukan monitoring dan peka.
10. Bertanggung jawab untuk terus belajar dan bertindak.

33. Rahasia enam kebutuhan penting manusia:
1. Manusia membutuhkan kepastian dan kenyamanan.
2. Manusia membutuhkan variasi atau ketidakpastian.
3. Manusia membutuhkan kebutuhan akan kesamaan, love,
    connection, atau relationship.
4. Manusia membutuhkan sesuatu yang eksklusif atau berbeda.
5. Manusia membutuhkan sesuatu untuk menjadi lebih baik.
6. Manusia membutuhkan rasa berarti (bermakna) dalam
    hidupnya.

34. Orang kaya dengan senang hati mempromosikan diri mereka dan nilai tambah yang mereka miliki. Orang miskin berpikir negatif tentang orang yang berjualan dan berpromosi.

35. Ada beberapa cara untuk kaya melalui marketing:
     1. Anda punya produk dan jasa, kemudian Anda jago menjual
         maka Anda bisa untung banyak dan kaya.
     2. Anda tidak punya produk dan jasa, Anda jadi orang tengah
         (makelar/distributor/agen) dan Anda jago menjual, Anda
         bisa untung banyak dan kaya.
     3. Anda tidak punya produk dan jasa, Anda jago menjual dan
         marketing, Anda menjadi konsultan, menerima bayaran
         besar, komisi/bagi hasil, mendapatkan saham.
         Anda jadi kaya.
     4. Karena Anda jago marketing dan negosiasi, Anda beli
         perusahaan yang tidak laku, Anda perbaiki perusahaan
         tersebut, Anda jual sahamnya sebagian atau semua dengan
         harga yang lebih tinggi, Anda jadi kaya.

36. Hal yang penting adalah tidak berhenti bertanya.

37. Watak hanyalah kebiasaan yang lama diteruskan.

38. Setiap manusia harus sampai ke Surga dengan caranya sendiri.

39. Saya katakan kepada Anda: masa lalu adalah seember abu.

40. Lebih baik memperbaiki hati daripada memperbaiki penampilan.

41. Orang yang hebat itu selalu berhati tenang dan tidak sombong oleh kedudukan atau kekayaan yang dimilikinya. Orang yang termasyhur itu tidak akan membicarakan kelemahan dan kekurangan orang lain.

42. Dalam menilai seseorang atau sesuatu, jangan hanya meilhat yang tampak di luar saja.

43. Seseorang bisa menjadi dewasa dan lebih bijaksana melalui kesulitan hidup yang dihadapinya. Juga, seseorang akan menemukan jalan pikiran yang baik (pencerahan) saat ia terdesak oleh keadaan atau terjepit oleh beberapa pilihan yang tidak diinginkan (dilematis).

44. Lebih baik menjadi pemimpin kelompok yang kecil daripada menjadi pengikut dari kelompok yang besar.

45. Berhati-hatilah karena apa yang dialami orang lain mungkin terjadi pada diri sendiri.

46. Penderitaan adalah sumber kebahagiaan.

47. Apabila sudah meninggal, tidak akan ada harta maupun pangkat, semuanya sama dan sederajat.

48. Hal apapun akan mendatangkan hasil apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh.

49. Yang paling baik bagi diri adalah tidak melihat, mendengar, maupun membicarakan kekurangan dan kesalahan yang diperbuat orang lain.

50. Lebih baik memperoleh keuntungan sedikit terus menerus daripada mendapat keuntungan besar hanya sekali.

51. Orang akan menjadi percaya kepada kebohongan apabila diucapkan berulang kali.

52. Kalau memperturutkan mata dan hati kepada sesuatu yang disukai, hal itu sama dengan menghancurkan diri sendiri.

53. Mulut itu merupakan sumber malapetaka, oleh karena itu hati-hatilah dalam berbicara.

54. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah soal mindset. Success is about being and becoming.

55. Bersyukurlah atas hari ini.

56. Belajarlah dan berusahalah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, dan hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok.

57. Bukalah jalan Anda sendiri, jangan latah mengikuti orang lain, dengarlah kata hati, dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.

58. Belajarlah untuk mencintai apapun yang Anda miliki saat ini. Jangan berangan-angan tentang apa yang tidak Anda miliki saat ini.

59. Bersemangatlah dalam menymbut hari baru, setiap hari!

60. Jadilah mentor atau guru bagi diri sendiri.

61. Bagaimana kita meyakinkan diri sendiri untuk menanglah yang akan menentukan hasil (nasib) kita. Belajarlah untuk selalu percaya pada kemampuan diri sendiri.

62. Bukalah diri Anda terhadap perubahan, sehingga perubahan dapat menemukan tempatnya di dalam diri Anda. Bukankah sukses adalah kemampuan kita untuk menerima perubahan dan memberi arti kepadanya dan bagi diri kita sendiri?

63. Buatlah setiap hal menjadi bagian-bagian yang kecil, sehingga ringan dan mudah untuk diselesaikan/dikerjakan.

64. Anggaplah setiap detik adalah saat Anda bekerja sekaligus bermain. jadi saat Anda bekerja Anda bermain. Saat Anda bermain Anda bekerja. Alangkah indahnya jika setiap kali kita bermain, benih sukses juga tertanam.

65. Kembangkanlah hobi di masa lalu secara profesional agar menghasilkan karya yang fenomenal (dahsyat, istimewa, luar biasa).

66. Jadilah seseorang yang membantu memperjelas arah jalan dan bagaimana mencapai tujuan.

67. Sadarilah bahwasanya hidup ini adalah proses pembelajaran yang tiada henti.

68. Energi untuk mengubah diri sendiri berasal dari dalam diri, bukan dari orang lain.

69. Ketakutan terbesar kita bukanlah karena kita tidak mampu atau berkekurangan. Ketakutan terbesar kita adalah kemampuan kita yang luar biasa, jauh melampaui yang diduga. “Sinar hidup” kita seringkali “menakutkan” kita sendiri. Mengerdilkan diri agar orang lain tidak merasa terancam bukanlah jalan yang terang. Biarlah kita menerangi orang lain dengan kesadaran. Dengan membebaskan diri kita dari ketakutan akan diri sendiri, keberadaan kita membebaskan orang lain dari belenggu yang sama.

70. Arti hidup dan kedamaian hati berasal dari dalam diri.

71. Yang menciptakan kegelisahan adalah benak kita sendiri.

72. Perubahan terjadi seketika, secara instan. Begitu ada kesadaran bahwa sesuatu mesti diubah, saat itu pula perubahan terjadi. Pencerahan terjadi.

73. Jadilah sahabat yang baik bagi diri sendiri. Sukailah diri Anda, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

74. Jangan pernah lupa untuk memberikan yang terbaik untuk orang lain (termasuk keluarga dekat, kerabat, serta sahabat) dan diri sendiri.

75. Impian selektif itu perlu diiringi usaha dan doa, disertai keberanian untuk menaklukkan kemalasan dan ketakutan.

76. Menjadi pelayan bagi diri sendiri dan orang lain merupakan ungkapan penghargaan yang sebesar-besarnya atas apa yang kita miliki.

77. Carilah motivasi dari dalam diri, bukan dari luar. Segala sesuatu yang berasal dari dalam diri tidak akan mudah goyah oleh hal-hal dari luar. Sumber motivasi tertinggi yang berasal dari dalam diri sendiri haruslah disertai iman yang mendalam.

78. Menempatkan mindset sesuai proporsinya.

79. Dalam melihat permasalahan atau saat menarik kesimpulan, jangan hanya mengambil dari satu segi saja.

80. Lihatlah melampaui apa yang ada di depan mata. Lihatlah ke dalam diri. Lihatlah keluar diri. Setel ulang pikiran Anda dengan cara melihat dunia sesuai proporsinya.

81. Jadikan kekuatan-kekuatan negatif sebagai tenaga pendorong mental untuk melakukan hal-hal positif.

82. Hidup Anda perlu punya purpose (misi) dan misi. Visi adalah apa yang ingin Anda raih bagi diri Anda sendiri. Sedangkan misi adalah apa yang dapat Anda sumbangkan (kontribusi) kepada masyarakat.

83. Apa yang saya pikirkan mengenai diri saya jauh lebih penting daripada apa yang dipikirkan orang lain tentang saya.

84. Menjadi orang yang berbeda di antara orang-orang lain dalam kelompok Anda adalah suatu kehormatan. Ingatlah selalu dan bersyukurlah atas segala kelebihan Anda yang demikin luar biasa dan mengagumkan.

85. Orang-orang pintar berpikir simpel (sederhana).

86. Langkah untuk merumuskan strategi perubahan:
a. Pelajari situasi, cari “insight” sedalam mungkin.
b. Fokus: buatlah pilihan-pilihan strategis.
c. Satukan strategi ke dalam sistem organisasi.
d. Eksekusi: lakukan perubahan secara bertahap, bila perlu
    lakukan eksperimen terhadap gagasan baru.

87. Waspadalah…dimanapun juga orang jahat itu selalu ada.

88. Apa yang ada di dalam pikiran janganlah diucapkan segera, pikirkanlah sekali lagi.

89. Kebaikan yang dilakukan secara diam-diam suatu saat pasti akan mendapat balasannya.

90. Karena terlalu pilih, akhirnya mendapatkan yang jelek.

91. Milikilah sepuluh unsur kepribadian miliarder:

1. Keberanian berinisitif, selalu punya ide-ide jenius yang segar.

2. Selalu menepati janji dan tepat waktu.

3. Senang melayani dan memberi.

4. Membuka diri.

5. Senang bekerjasama dan membina hubungan baik.

6. Senang memelajari hal baru.

7. Bersikap profesional dan jarang mengeluh.

8. Berani menanggung risiko.

9. Berpikir positif setiap saat.

10. Nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak lebih dari lawan bicaranya.

92. Betapapun susahnya suatu bacaan, akan dapat dipahami kalau dibaca berulang kali.

93. Tiga hal yang harus dimiliki oleh manusia utama:
1. Pengetahuan
2. Keimanan/Keagamaan
3. Kekayaan
Pengetahuan memberi kehormatan, keimanan memberi ketenangan, dan kekayaan memberi kepastian dalam kehidupan.

94. Tujuh langkah untuk menjadi manusia utama (unggul):
1. Mengenali diri sendiri (jati diri).
2. Mengenali potensi diri.
3. Memiliki kecerdasan spiritual.
4. Memiliki kecerdasan emosional.
5. Memiliki kecerdasan akal.
6. Terampil berkomunikasi.
7. Terampil memimpin dan mengelola diri dan lingkungan.

95. Ketamakan adalah perbudakan abadi.

96. Beruntunglah manusia yang menyucikan jiwanya, merugilah manusia yang mengotorinya.

97. Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya engkau berharap.

98. Kenalilah dirimu sendiri. Sebab pengetahuan yang paling bermanfaat adalah pengetahuan tentang diri (jati diri).

99. Matilah sebelum mati, maksudnya: matikanlah (kendalikanlah) hawa nafsumu sebelum maut/ajal menjemputmu.

Sumber Inspirasi:
1. Kitab Suci dan Hati Nurani.
2. Peribahasa Jepang, karya: Edizal.
3. Pelangi Jiwa, karya: Dito Anurogo.
4. Change! karya: Rhenald Kasali, Ph.D.
5. The Book of Success, by: Richard Shea.
6. Rahasia Sukses Terbesar, karya: Jennie S.Bev.
7. Financial Revolution, karya: Tung Desem Waringin.
8. Marketing Revolution, karya: Tung Desem Waringin.
9. Mengenal Diri Menggapai Insan Utama, karya: Ir. TD. Suprapto,MT.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 3, 2010 in Motivasi, Rahasia

 

>Belajar dari Kisah Daun dan Pohon

>

POHON,
Orang-orang memanggilku “Pohon” karena Aku sangat baik dalam menggambar pohon. Aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 kali, tapi hanya ada satu wanita yang benar-benar sangat kucintai.
Dia tidak cantik, tidak memiliki tubuh seksi. Tapi, dia sangat peduli dengan orang lain, religius. Gayanya yang sederhana dan apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya, dan kekuatannya. Aku menyukainya, sangat!
Satu-satunya alasanku tidak mengajaknya kencan karena, aku merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku takut, jika kami bersama, semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. Karena itu, aku memilihnya untuk hanya menjadi “sahabat”.
Menjadi sahabatnya, aku akan bisa ‘memiliki’nya tiada batasnya. Tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.
Selama tiga tahun terakhir, dia selalu menemaniku dalam berbagai kesempatan, sebagai sahabat. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain. Ketika dia melihatku mencium pacarku yang ke-2, dia hanya tersenyum dengan berwajah merah. “Lanjutkan saja,” katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak dan merah.
Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis. Aku pun berusaha membuatnya tertawa dengan mengajaknya bercanda sepanjang hari.
Kali lainnya, di sebuah sudut ruang dia menangis. Hampir 1 jam kulihat dia menangis. Aku paham betul apa penyebabnya. Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Mereka berdua perang dingin. Aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin, tapi Aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku.
Esoknya dia masih bisa tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia. Aku juga sedih.
Ketika aku putus dengan pacarku yang kelima, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku..
Aku bercerita bahwa aku telah memutuskan hubungan dengan pacarku. Sementara, dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang.
Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik. Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku. Aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat, dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak. Dan, aku menangis!
Handphoneku bergetar, ada SMS masuk. “DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”
DAUN,
Aku suka mengoleksi daun-daun, karena aku merasa bahwa daun membutuhkan banyak kekuatan untuk bisa meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali.
Selama tiga tahun aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “sahabat”. Ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya: cemburu.
Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Aku menyukainya dan aku juga tahu bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak pernah mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih. Waktu terus berjalan, hatiku semakin sedih dan kecewa. Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi, mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekadar seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati. Aku tahu kesukaannya, kebiasaannya, tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa kupahami. Kadang aku merasa bodoh, karena aku juga berkeras tidak mau mengungkapkan perasaanku. Selain alasan itu, aku mau tetap di sampingnya, memberinya perhatian, menemani, dan mencintainya. Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. .
Aku selalu menunggu telponnya setiap malam, dan mengharapkan SMS darinya. Aku tahu, sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu aku selalu menunggunya.
Tiga tahun berlalu, dan aku mulai merasa lelah.
Akhir tahun ketiga, seorang pria mengejarku. Setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku. Aku mulai berpikir, mungkinkah aku bisa memberikan sebuah ruang kecil di hatiku untuknya?
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Aku tahu Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik.
Meski berat, akhirnya aku meninggalkan Pohon. Tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal. Aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.
“DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 29, 2010 in Hikmah, Motivasi

 

>7 Langit & 7 Malaikat Penjaga

>


Kisah Sahabat Nabi Telah diceritakan oleh Ibnu al-Mubarak tentang seorang laki-laki yang bernama Khalid bin Ma’dan, dimana ia pernah bertanya kepada Mu’adz bin Jabal ra., salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw.

“Wahai Mu’adz! Ceritakanlah kepadaku suatu hadits yang telah engkau dengar langsung dari Rasulullah saw., suatu hadits yang engkau hafal dan selalu engkau ingat setiap harinya disebabkan oleh sangat kerasnya hadits tersebut, sangat halus dan mendalamnya hadits tersebut. Hadits yang manakah yang menurut engkau yang paling penting?”

Kemudian, Khalid bin Ma’dan menggambarkan keadaan Mu’adz sesaat setelah ia mendengar permintaan tersebut, “Mu’adz tiba-tiba saja menangis sedemikian rupa sehingga aku menduga bahwa beliau tidak akan pernah berhenti dari menangisnya. Kemudian, setelah beliau berhenti dari menangis, berkatalah Mu’adz: Baiklah aku akan menceritakannya, aduh betapa rinduku kepada Rasulullah, ingin rasanya aku segera bersua dengan beliau”

Selanjutnya Mu’adz bin Jabal ra. mengisahkan sebagai berikut, “Ketika aku mendatangi Rasulullah saw., beliau sedang menunggangi unta dan beliau menyuruhku untuk naik di belakang beliau. Maka berangkatlah aku bersama beliau dengan mengendarai unta tersebut. Sesaat kemudian beliau menengadahkan wajahnya ke langit, kemudian bersabdalah Rasulullah saw.:”

“Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang memberikan ketentuan (qadha) atas segenap makhluk-Nya menurut kehendak-Nya, ya Mu’adz!”. Aku menjawab, “Labbaik yaa Sayyidal Mursaliin”.

“Wahai Mu’adz! Sekarang akan aku beritakan kepadamu suatu hadits yang jika engkau mengingat dan tetap menjaganya maka (hadits) ini akan memberi manfaat kepadamu di hadhirat Allah, dan jika engkau melalaikan dan tidak menjaga (hadits) ini maka kelak di Hari Qiyamah hujjahmu akan terputus di hadhirat Allah Ta’ala!”

“Wahai Mu’adz! Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah menciptakan tujuh Malaikat sebelum Dia menciptakan tujuh lelangit dan bumi. Pada setiap langit tersebut ada satu Malaikat yang menjaga khazanah, dan setiap pintu dari pintu-pintu lelangit tersebut dijaga oleh seorang Malaikat penjaga, sesuai dengan kadar dan keagungan (jalaalah) pintu tersebut.

Maka naiklah al-Hafadzah (malaikat-malaikat penjaga insan) dengan membawa amal perbuatan seorang hamba yang telah ia lakukan semenjak subuh hari hingga petang hari. Amal perbuatan tersebut tampak bersinar dan menyala-nyala bagaikan sinar matahari, sehingga ketika al-Hafadzah membawa naik amal perbuatan tersebut hingga ke Langit Dunia mereka melipat gandakan dan mensucikan amal tersebut. Dan ketika mereka sampai di pintu Langit Pertama, berkatalah Malaikat penjaga pintu kepada al-Hafadzah: “Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah pemiliknya! Akulah ‘Shaahibul Ghiibah’, yang mengawasi perbuatan ghiibah (menggunjing orang), aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amal ini melewatiku untuk menuju ke langit yang berikutnya!”

Kemudian naiklah pula al-Hafadzah yang lain dengan membawa amal shalih diantara amal-amal perbuatan seorang hamba. Amal shalih itu bersinar sehingga mereka melipat-gandakan dan mensucikannya. Sehingga ketika amal tersebut sampai di pintu Langit Kedua, berkatalah Malaikat penjaga pintu kepada al-Hafadzah: “Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah pemiliknya, karena ia dengan amalannya ini hanyalah menghendaki kemanfaatan duniawi belaka! Akulah ‘Malakal Fakhr’, malaikat pengawas kemegahan, aku telah diperintah Rabb-ku untuk tidak membiarkan amal perbuatan ini melewatiku menuju ke langit berikutnya, sesungguhnya orang tersebut senantiasa memegahkan dirinya terhadap manusia sesamanya di lingkungan mereka!”. Maka seluruh malaikat mela’nat orang tersebut hingga petang hari.

Dan naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal seorang hamba yang lain. Amal tersebut demikian memuaskan dan memancarkan cahaya yang jernih, berupa amal-amal shadaqah, shalat, shaum, dan berbagai amal bakti (al-birr) yang lainnya. Kecemerlangan amal tersebut telah membuat al-Hafadzah takjub melihatnya, mereka pun melipat-gandakan amal tersebut dan mensucikannya, mereka diizinkan untuk membawanya. Hingga sampailah mereka di pintu Langit Ketiga, maka berkatalah Malaikat penjaga pintu kepada al-Hafadzah: “Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal ini ke wajah pemiliknya! Akulah ‘Shaahibil Kibr’, malaikat pengawas kesombongan, aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amal perbuatan seperti ini lewat dihadapanku menuju ke langit berikutnya! Sesungguhnya pemilik amal ini telah berbuat takabbur di hadapan manusia di lingkungan (majelis) mereka!”

Kemudian naiklah al-Hafadzah yang lainnya dengan membawa amal seorang hamba yang sedemikian cemerlang dan terang benderang bagaikan bintang-bintang yang gemerlapan, bagaikan kaukab yang diterpa cahaya. Kegemerlapan amal tersebut berasal dari tasbih, shalat, shaum, haji dan umrah. Diangkatlah amalan tersebut hingga ke pintu Langit Keempat, dan berkatalah Malaikat penjaga pintu langit kepada al-Hafadzah: “Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal ini ke wajah, punggung, dan perut dari si pemiliknya! Akulah ‘Shaahibul Ujbi’, malaikat pengawas ‘ujub (mentakjubi diri sendiri), aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amalan seperti ini melewatiku menuju ke langit berikutnya! Sesungguhnya si pemilik amal ini jika mengerjakan suatu amal perbuatan maka terdapat ‘ujub (takjub diri) didalamnya!”

Kemudian naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal seorang hamba hingga mencapai ke Langit Kelima, amalan tersebut bagaikan pengantin putri yang sedang diiring diboyong menuju ke suaminya. Begitu sampai ke pintu Langit Kelima, amalan yang demikian baik berupa jihad, haji dan umrah yang cahayanya menyala-nyala bagaikan sinar matahari. Maka berkatalah malaikat penjaga pintu kepada al-Hafadzah: “Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah pemiliknya dan pikulkanlah pada pundaknya! Akulah ‘Shaahibul Hasad’, malaikat pengawas hasad (dengki), sesungguhnya pemilik amal ini senantiasa menaruh rasa dengki (hasad) dan iri hati terhadap sesama yang sedang menuntut ilmu, dan terhadap sesama yang sedang beramal yang serupa dengan amalannya, dan ia pun juga senantiasa hasad kepada siapapun yang berhasil meraih fadhilah-fadhilah tertentu dari suatu ibadah dengan berusaha mencari-cari kesalahannya! Aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amalan seperti ini melewatiku untuk menuju ke langit berikutnya!”

Kemudian naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal perbuatan seorang hamba yang memancarkan cahaya yang terang benderang seperti cahaya matahari, yang berasal dari amalan menyempurnakan wudhu, shalat yang banyak, zakat, haji, umrah, jihad, dan shaum. Amal perbuatan ini mereka angkat hingga mencapai pintu Langit Keenam. Maka berkatalah malaikat penjaga pintu ini kepada al-Hafadzah: “Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah pemiliknya, sesungguhnya sedikitpun ia tidak berbelas kasih kepada hamba-hamba Allah yang sedang ditimpa musibah (balaa’) atau ditimpa sakit, bahkan ia merasa senang dengan hal tersebut! Akulah ‘Shaahibur-Rahmah’, malaikat pengawas sifat rahmah (kasih sayang), aku telah diperintahkan Rabb-ku untuk tidak membiarkan amal perbuatan seperti ini melewatiku menuju ke langit berikutnya!”

Dan naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal perbuatan seorang hamba yang lain, amal-amal berupa shaum, shalat, nafaqah, jihad, dan wara’ (memelihara diri dari perkara-perkara yang haram dan subhat/meragukan). Amalan tersebut mendengung seperti dengungan suara lebah, dan bersinar seperti sinar matahari. Dengan diiringi oleh tiga ribu malaikat, diangkatlah amalan tersebut hingga mencapai pintu Langit Ketujuh. Maka berkatalah malaikat penjaga pintu kepada al-Hafadzah: “Berhentilah kalian! Pukulkanlah amalan ini ke wajah pemiliknya, pukullah anggota badannya dan siksalah hatinya dengan amal perbuatannya ini! Akulah ‘Shaahibudz-Dzikr’, malaikat pengawas perbuatan mencari nama-diri (ingin disebut-sebut namanya), yakni sum’ah (ingin termashur). Akulah yang akan menghijab dari Rabb-ku segala amal perbuatan yang dikerjakan tidak demi mengharap Wajah Rabb-ku! Sesungguhnya orang itu dengan amal perbuatannya ini lebih mengharapkan yang selain Allah Ta’ala, ia dengan amalannya ini lebih mengharapkan ketinggian posisi (status) di kalangan para fuqaha (para ahli), lebih mengharapkan penyebutan-penyebutan (pujian-pujian) di kalangan para ulama, dan lebih mengharapkan nama baik di masyarakat umum! Aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amalan seperti ini lewat dihadapanku! Setiap amal perbuatan yang tidak dilakukan dengan ikhlash karena Allah Ta’ala adalah suatu perbuatan riya’, dan Allah tidak akan menerima segala amal perbuatan orang yang riya’!”

Kemudian naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal perbuatan seorang hamba berupa shalat, zakat, shaum, haji, umrah, berakhlak baik, diam, dan dzikrullah Ta’ala. Seluruh malaikat langit yang tujuh mengumandang-kumandangkan pujian atas amal perbuatan tersebut, dan diangkatlah amalan tersebut dengan melampaui seluruh hijab menuju ke hadhirat Allah Ta’ala. Hingga sampailah dihadhirat-Nya, dan para malaikat memberi kesaksian kepada-Nya bahwa ini merupakan amal shalih yang dikerjakan secara ikhlash karena Allah Ta’ala.

Maka berkatalah Allah Ta’ala kepada al-Hafadzah, “Kalian adalah para penjaga atas segala amal perbuatan hamba-Ku, sedangkan Aku adalah Ar-Raqiib, Yang Maha Mengawasi atas segenap lapisan hati sanubarinya! Sesungguhnya ia dengan amalannya ini tidaklah menginginkan Aku dan tidaklah mengikhlashkannya untuk-Ku! Amal perbuatan ini ia kerjakan semata-mata demi mengharap sesuatu yang selain Aku! Aku yang lebih mengetahui ihwal apa yang diharapkan dengan amalannya ini! Maka baginya laknat-Ku, karena ini telah menipu orang lain dan telah menipu kalian, tapi tidakklah ini dapat menipu Aku! Akulah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang ghaib, Maha Melihat segala apa yang ada di dalam hati, tidak akan samar bagi-Ku setiap apa pun yang tersamar, tidak akan tersembunyi bagi-Ku setiap apa pun yang bersembunyi! Pengetahuan-Ku atas segala apa yang akan terjadi adalah sama dengan Pengetahuan-Ku atas segala yang baqa (kekal), Pengetahuan-Ku tentang yang awal adalah sama dengan Pengetahuan-Ku tentang yang akhir! Aku lebih mengetahui perkara-perkara yang rahasia dan lebih halus, maka bagaimana Aku dapat tertipu oleh hamba-Ku dengan ilmunya? Bisa saja ia menipu segenap makhluk-Ku yang tidak mengetahui, tetapi Aku Maha Mengetahui Yang Ghaib, maka baginya laknat-Ku!”

Maka berkatalah malaikat yang tujuh dan 3000 malaikat yang mengiringi, “Yaa Rabbana, tetaplah laknat-Mu baginya dan laknat kami semua atasnya!”, maka langit yang tujuh beserta seluruh penghuninya menjatuhkan la’nat kepadanya.

Setelah mendengar semua itu dari lisan Rasulullah saw. maka menagislah Mu’adz dengan terisak-isak, dan berkata, “Wahai Rasulullah! Engkau adalah utusan Allah sedangkan aku hanyalah seorang Mu’adz, bagaimana aku dapat selamat dan terhindar dari apa yang telah engkau sampaikan ini?”

Berkatalah Rasulullah saw., “Wahai Mu’adz! Ikutilah Nabi-mu ini dalam soal keyakinan sekalipun dalam amal perbuatanmu terdapat kekurangan. Wahai Mu’adz! Jagalah lisanmu dari kebinasaan dengan meng-ghiibah manusia dan meng-ghiibah saudara-saudaramu para pemikul Al-Qur’aan. Tahanlah dirimu dari keinginan menjatuhkan manusia dengan apa-apa yang kamu ketahui ihwal aibnya! Janganlah engkau mensucikan dirimu dengan jalan menjelek-jelekan saudara-saudaramu! Janganlah engkau meninggikan dirimu dengan cara merendahkan saudara-saudaramu! Pikullah sendiri aib-aibmu dan jangan engkau bebankan kepada orang lain”

“Wahai Mu’adz! Janganlah engkau masuk kedalam perkara duniamu dengan mengorbankan urusan akhiratmu! Janganlah berbuat riya’ dengan amal-amalmu agar diketahui oleh orang lain dan janganlah engkau bersikap takabbur di majelismu sehingga manusia takut dengan sikap burukmu!”

“Janganlah engkau berbisik-bisik dengan seseorang sementara di hadapanmu ada orang lain! Janganlah engkau mengagung-agungkan dirimu dihadapan manusia, karena akibatnya engkau akan terputus dari kebaikan dunia dan akhirat! Janganlah engkau berkata kasar di majelismu dan janganlah engkau merobek-robek manusia dengan lisanmu, sebab akibatnya di Hari Qiyamah kelak tubuhmu akan dirobek-robek oleh anjing-anjing neraka Jahannam!”

“Wahai Mu’adz! Apakah engkau memahami makna Firman Allah Ta’ala: ‘Wa naasyithaati nasythan!’ (‘Demi yang mencabut/menguraikan dengan sehalus-halusnya!’, An-Naazi’aat [79]:2)? Aku berkata, “Demi bapakku, engkau, dan ibuku! Apakah itu wahai Rasulullah?”

Rasulullah saw. bersabda, “Anjing-anjing di dalam Neraka yang mengunyah-ngunyah daging manusia hingga terlepas dari tulangnya!”

Aku berkata, “Demi bapakku, engkau, dan ibuku! Ya Rasulullah, siapakah manusia yang bisa memenuhi seruanmu ini sehingga terhindar dari kebinasaan?”

Rasulullah saw. menjawab, “Wahai Mu’adz, sesungguhnya hal demikian itu sangat mudah bagi siapa saja yang diberi kemudahan oleh Allah Ta’ala! Dan untuk memenuhi hal tersebut, maka cukuplah engkau senantiasa berharap agar orang lain dapat meraih sesuatu yang engkau sendiri mendambakan untuk dapat meraihnya bagi dirimu, dan membenci orang lain ditimpa oleh sesuatu sebagaimana engkau benci jika hal itu menimpa dirimu sendiri! Maka dengan ini wahai Mu’adz engkau akan selamat, dan pasti dirimu akan terhindar!”

Khalid bin Ma’dan berkata, “Sayyidina Mu’adz bin Jabal ra. sangat sering membaca hadits ini sebagaimana seringnya beliau membaca Al-Qur’aan, dan sering mempelajari hadits ini sebagaimana seringnya beliau mempelajari Al-Qur’aan di dalam majelisnya”.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 27, 2010 in Kisah, Motivasi

 

>Bersyukur Saat Sehat dan Sabar Saat sakit

>


Allah SWT yang menguasai tubuh kita dan yang memberikan karunia kesehatan lahir dan batin. Bersabar ketika diuji sakit dan bersyukur ketika dikarunia kesehatan. Karena kadang seseorang yang diuji sakit terhina karena ketidaksabarannya dan dikala sehat terhina karena ketidaksyukurannya.

Ada dua nikmat yang banyak orang lalai mensyukurinya yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu” (HR Bukhari).

Nikmat sehat merupakan karunia dari Allah SWT, dan sering dianggap sebagai suatu hal yang biasa saja, sehingga kita kadang lalai untuk bersyukur kepada-Nya. Biasanya, kesadaran akan besarnya nikmat sehat baru timbul pada saat kita mengalami sakit.

Pada saat terbaring sakit, betapa lemah dan tidak berdayanya kita. Dalam kondisi tersebut, kita akan mengalami kesulitan untuk melakukan berbagai aktivitas dengan baik, termasuk melakukan ibadah wajib seperti sholat lima waktu.
Namun, Allah SWT memberikan keringanan-keringanan saat kita mengalami sakit. Jika tidak bisa berdiri karena kondisi badan lemah ketika sakit, kita boleh sholat sambil duduk. Allah SWT menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagi hamba-Nya dalam beribadah.
Sabar adalah kegigihan kita untuk berada di jalan yang Allah sukai. Sabar ketika sedang diuji sakit. Kesabaran seseorang akan tampak dari akhlaq dalam menyikapinya.

Ada beberapa sikap sabar yang bisa kita latih disaat kita diuji sakit.

1.Sikap berprasangka baik kepada Allah.
Diawali dengan menyadari sepenuhnya bahwa tubuh ini bukan milik kita melainkan milik Allah. Mau dijadikan sehat, sakit, itu hak Dia.

2 Sikap menerima ketentuan Allah.
Tidak berkeluh kesah. Keluh kesah adalah tanda-tanda dari ketidaksabaran. Biasanya orang sakit menderita itu bukan karena sakitnya melainkan karena dramatisasinya. Oleh karena itu, betapapun parahnya penyakit kita, cobalah untuk memproporsionalkannya.

3.Merenungkan hikmah sakit
Salah satu hikmah sakit ialah gugurnya dosa bagaikan gugurnya daun-daun pepohonan. Dengan begitu, salah satu hikmah sakit yang bisa kita reguk ialah kesempatan kita untuk ber-muhasabah, mengintrospeksi diri, terutama terhadap sejumlah kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan.

4.Berniat untuk sembuh
Kita harus berniat untuk sembuh. Sabar untuk berniat sembuh akan memotivasi kita agar tidak menyerah pada rasa sakit. Perjuangan kita menjalani rasa sakit insya Allah dicatat sebagai jihad fii sabilillah. Justru di saat sakit itulah kita membuktikan ketaatan kita kepada Allah SWT.

Wallahualam bishshawab.

Semoga kita selalu menjadi manusia yang selalu bersyukur akan segala nikmat yg Allah berikan dan selalu bersabar pada saat ditimpa musibah..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada September 27, 2010 in Kisah, Motivasi

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.