RSS

>Nasihat Mencari Ilmu

27 Sep

>


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: طَلَبُ الْعِلْمِ
فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Rasulullah shalallahu’alayhi wasallam bersabda: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim”
[Hadits riwayat Ibnu Majah, Al Baihaqi, Ath Thabrani, Abu Ya’la]
NASEHAT BAGI PENUNTUT ILMU
Hormati gurumu, supaya Mudah Memahami ilmu !!
Seperti yang diterangkan dalam Kitab ta’limul Muta’alim
 Tidak berjalan di depan guru.
 Tidak menduduki tempat yang di duduki seorang guru .
 Tidak mendahului bicara di hadapan guru kecuali dengan izinnya.
 Tidak bertanya dengan pertanyaan yang membosankan guru.
 Tidak mengganggu istirahat guru.
 Tidak menyakiti hati guru.
 Jangan duduk terlalu dekat dengan guru.

Selain menghormati Guru, kita juga harus berusaha, telah dijelaskan dalam kitab Ta’limul Muta’alim……………….

’Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, maka kalian akan masuk syurga.’ (HR.Tirmidzi)

 Biasakan bangun malam untuk beribadah.
 Menjaga Wudhunya dengan Istiqomah.
 Belajar atau Berdzikir dipermulaan (antara Magrib dan Isya) dan akhir malam
(Sahur).
 Perbanyak Puasa Sunnah dan menjalankan Sholat Sunnah.
 Memperbanyak membaca Shalawat atas Nabi Muhammad SAW.
 Menghadap Kiblat ketika Belajar atau Berdzikir.
 Memulai suatu pekerjaan hari Rabu.
 Biasakan bersiwak dan meminum madu.
 Tidak melonjorkan kaki ke depan Kiblat.
 Menghindarkan makan Ketumbar dan Apel Asam.
 Hindarkan untuk melihat salib dan membaca tulisan pada nisan.
 Hindarkan tidur setelah Sholat Shubuh.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ،
وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari rasa duka dan sedih,
lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

HAL YANG MENDATANGKAN DAN MENOLAK REZEKI

Hindari kebiasaan yang menyebabkan kita fakir………………….
Tidur diwaktu Shubuh, tidur telanjang lepas pakaian, kencing dengan telanjang bulat, makan dalam keadaan junub, makan dengan berbaring, mengabaikan remukan hidangan sisa makanan, membakar kulit bawang merah dan bawang putih, menyapu rumah dengan kain, menyapu rumah dimalam hari, menyapu sampah tidak langsung dibuang, berjalan di muka orang tua / mendahuluinya, memanggil kedua orang tua hanya dengan menyebut namanya, mencukuti sela – sela gigi dengan benda keras, mencuci tangan dengan tanah dan debu, duduk di atas tangga atau sikai, bersandar pada salah satu kaca – kaca pintu, berwudhu di tempat peristirahatan, menjahit pakaian pada badannya (sedang dipakai), menyapu muka dan keringat dengan gombal (kain majun), tidak mau membersihkan rumah laba – laba di rumah mempermudah /mempercepat dalam mengerjakan Sholat (tidak mau merendah dan khusu’), segera keluar dari masjid setelah sholat Shubuh, berpagi – pagi benar berangkat ke pasar, menunda – nunda pulang dari pasar, membeli barang atau makanan dari fakir miskin yang meminta – minta, mendoakan jelek pada anak, tidak mau menutupi bejana, dan memadamkan lampu dengan tiupan napas, menulis dengan pena atau pulpen yang diikat sudah rusak, bersisir dengan sisir yang sudah pecah – pecah, tidak mau mendoakan baik kepada kedua orang tua, memakai surban dengan duduk, memakai celana sambil berdiri, bakhil / pelit,
“Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'”

b). Mempermudah datangnya rezeki
 Mengerjakan Sholat dengan penuh hormat, khusu’ dengan menyempurnakan yang rukun, wajib, sunnah dan disiplin moral (adab) nya.
 Banyak bersedekah.
 Datang ke masjid sebelum adzan.
 Membiasakan bersuci (bila hadats selalu berwudhu)
 Sholat Sunnah sebelum Shubuh, Sholat Witir di rumah..
 Tidak memperbincangkan masalah dunia setelah Sholat Witir.
 Menjauhi banyak duduk – duduk bersama para wanita kecuali ada hajat.

Diantara nasehat kitab Ta’limul Muta’alim, perbuatan yang jadi sababiyyahnya Panjang Umur :……………………..

 Taqwa.
 Hormat kepada orang tua dan tidak menyakitinya.
 Menyambung kekerabatan atau silaturahmi.
 Hendaklah tidak sampai memotong pohon yang masih hidup dan basah kecuali dalam keadaan darurat..
 Menyempurnakan Wudhu.
 Mengerjakan Sholat dengan penuh kehormatan.
 Menunaikan ibadah Haji dan Umrah secara bersama atau Qiran.
 Menjaga kesehatan.
Wallahu a’lam ……….
Semoga kita semua senantiasa mendapat hidayah dari Allah
Dalam menggapai Bahagia Dunia….Bahagia Akhirat…..
Amin… .

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 27, 2010 in Tips

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: