RSS

>Persoalan Sepele [RENUNGAN]

24 Nov

>

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah Taman pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka Mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”
“Dengar,” kata is istri, “Itu pasti suara ayam.” “Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata is suami. “Nggak, aku yakin itu ayam,” is istri bersikeras. “Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! Kuek!’ Itu bebek, Sayang,” kata is suami dengan disertai gejala-gejala awal Kejengkelan.
“Kuek! Kuek!” terdengar lagi. “Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata is suami. “Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas is istri, sembari Menghentakkan kaki.
“Dengar ya! Itu a… DA… Lah… Be… Bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” is suami berkata dengan gusar. “Tapi itu ayam,” masih saja is istri bersikeras. “Itu jelas-jelas bue… Bek, kamu… Kamu….”
Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum is suami mengatakan sesuatu Yang sebaiknya tak dikatakannya. Si istri sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam….” Si suami melihat air Mata yang mengambang di pelupuk Mata istrinya, Dan Akhirnya…. Wajahnya melembut Dan katanya dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.” “Terima kasih, Sayang,” kata is istri sambil menggenggam tangan Suaminya. “Kuek! Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan Bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita bahwa is suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang Peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan Mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang Indah itu.
Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”? Ketika Kita memahami cerita tersebut, Kita akan ingat apa yang menjadi Prioritas Kita.
Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering Kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa Kita benar, namun belakangan ternyata Kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!

Flowers Scraps

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 24, 2010 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: