RSS

>Arti Ar-Rohman dan Ar-Rohim (Memahami lebih dalam tentang LoA dan LoU)

05 Des

>SahabatArtikel ini adalah lanjutan dari artikel “Pertarungan” antara LoA dan LoU

Mari kita mulai…

Syaikh Utsaimin berkata :

Ar-Rahman : adalah salah satu nama dari nama yang khusus bagi Allah subhanahu wata’ala, yang tidak bisa dinamakan bagi selain Allah. Ar-Rahman artinya adalah Dzat yang bersifat memiliki rahmat (kasih sayang) yang sangat luas.

Sedangkan Ar-Rahim adalah sebuah nama yang bisa dipakai untuk Allah subhanahu wata’ala dan untuk selain Allah. Nama Ar-Rahim bermakna yang memiliki rahmat yang sampai (kepada yang dituju). Maka Ar-Rahman adalah pemilik rahmat yang luas, sedangkan Ar-Rahim maknanya adalah pemilik rahmat yang tersampaikan. Apabila kedua nama tersebut digabung, maka Ar-Rahim bermakna Dzat yang menyampaikan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :

يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ

Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan. (Al-Ankabut:21)

(dinukil dari Syarah Utsuluts Tsalatsah tiga landasan Agama, dari link ini )

Lalu, apa Hubungannya dengan LoA dan LoU?

Ar-Rohman adalah sifat KASIH Allah yang sangat LUAS, yang tidak pandang bulu…dan semua makhluk ALLAH berhak mendapat KASIH darinya, tanpa membedakan agama, suku, dan ketaqwaan makhluk tersebut kepada ALLAH.

Dari sifat Ar-Rohman inilah diturunkan konsep Sunnatullah yang bersifat Umum, Rahmatan Lil ‘Aalamin. Yang mana sebagian orang menyebut “SunnatullahNya yang umum” ini sebagai “Hukum Alam”. Artinya, siapapun bisa dan boleh menggunakannya, asalkan ia tidak terlena dengan Sunnatullah itu dan lalu melupakan atau menduakan yang telah Menciptakan Sunnatullah tersebut.

Banyak contoh Sunnatullah Umum di alam semesta ini, seperti Hukum Gravitasi, Hukum Coulomb, Hukum Kekekalan energi, dan termasuk Hukum Tarik Menarik atau lazim disebut sebaga “Law of Attraction” (LoA).

Sedangkan Ar-Rohim adalah sifat PENYAYANG Allah yang bersifat KHUSUS. yang mana hanya diberikan kepada orang-orang yang dipilihNya. Yang diberikan atas kehendakNya, yakni orang-orang yang berTAQWA (Muttaqiin). Yang mana mereka adalah orang-orang yang diSAYANG oleh ALLAH, sehingga mereka mempunyai skala prioritas yang tinggi di hadapanNya. VIP atau bahkan V-VIP.

Biasanya, seseorang mendapatkan sifat SAYANG dariNya adalah ketika orang tersebut berhasil untuk TIDAK TERLENA atas FASILITAS KASIH yang telah diberikan kepadaNYA. Yakni, orang-orang yang tetap Fokus kepada ALLAH, walaupun perhiasan dunia di SUNNATULLAH yang UMUM tersebut begitu menggodanya.

Dan orang-orang yang bertaqwa ini lebih suka bergantung penuh kepada ALLAH, daripada bergantung kepada SUNNATULLAHNYA. Dia lebih fokus kepada ALLAH dibandingkan fokus kepada SUNNATULLAHNYA. Ia beramal baik dan banyak, lebih dikarenakan untuk mencari sifat ROHIM dari ALLAH, bukan untuk mencari sifat ROHMAN dariNYA. Sebab bagi para Muttaqin, sifat AR-ROHMAN itu tidak perlu dicari, karena memang sudah disediakan olehNYA sebagai FASUM (Fasilitas Umum), maka tak heran jika dalam surat AR-ROHMAN diulang-ulanglah kalimat “Maka nikmat ALLAH yang mana lagikah yang engkau dustakan?” hingga 31 kali.

Kenapa sampai diulang sebanyak itu? Sebab, Allah seolah-olah ingin menegaskan kepada seluruh makhluk di semesta, “Apakah kalian masih merasa kurang dengan berbagai fasilitas yang telah Aku berikan kepada kalian? Lalu kenapa kalian begitu khawatir berkekurangan sehingga kalian begitu sibuk mengejar FASUM dariKU sampai kalian melupakanKU? Mengapa kalian tidak mencari AKU saja, maka AKU akan sediakan bukan sekedar FASUM tapi AKU sediakan FASILITAS yang KHUSUS (FASUS) untuk kalian, yaitu ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia, serta surga dan ampunan dariKU yang luas, dengan bonus kalian berhak melihat wajah-KU, mau?”

Yup, begitulah selayaknya orang-orang yang bertaqwa, mereka tidak sibuk mencari perhatian dunia (sifat Ar-Rohman) tapi ia lebih sibuk mencari perhatian-NYA (Sifat Ar-Rohiim). Itu sebabnya ia tidak merasa perlu memvisualisasikan atau memfokuskan segala keinginannya terhadap dunia. Karena ia yakin “hanya dengan mengingat Allah-lah maka hati menjadi tenang” dan bukan “hanya dengan mengingat dunia-lah hati menjadi tenang”.

Dia lebih suka mencari perhatian PEMILIK DUNIA dibandingkan mencari perhatian DUNIA. Ya, dialah orang-orang yang bertaqwa, yang dalam Q.S.65:2-3 dijamin kehidupannya, rejekinya, dan dipenuhiNya dari arah yang tak terduga. Inilah SUNNATULLAH KHUSUS (FASUS) yang hanya berlaku bagi orang-orang yang bertaqwa, dan FASUS ini kami sebut dengan istilah LoU, atau Law of Unpredictable, atau Hukum Tak Terduga .

Namun demikian, tentu saja, untuk para MUTTAQIN pun, tetap berlaku hukum LoA, karena memang LoA ini adalah fasilitas Umum dariNya. Yang membedakan adalah, bahwa para MUTTAQIN tidak menggunakan fasilitas itu BERLEBIHAN, apalagi jika hanya untuk sekedar memuaskan ego pribadinya….

Wallahu alam

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 5, 2010 in Ilmu

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: