RSS

>Munajat Ibnu Athaillah

29 Jan

>



“Tuhanku segala kebaikan diriku adalah berkat anugerah-Mu  Engkau berhak memberi kepadaku. Dan segala keburukan diriku semata-mata karena keadilan-Mu, Engkau berhak menuntutku.”

“Tuhanku, Bagaimana mungkin Kaubiarkan aku mengurusi diriku sementara Engkau menjaminku? Bagaimana mungkin aku akan dizalimi sementara Engkaulah penolongku? Bagaimana mungkin aku kecewa sementara engkau mengasihiku? Inilah diriku yang mendekat kepada-Mu melalui rasa butuhku kepada-Mu dengan sesuatu yang tidak mungkin sampai kepada-Mu? Bagaimana akan mengeluhkan keaadaanku kepada-Mu sementara Engkau mengetauinya? Dan bagaimana aku akan menterjemahkan lewat kata-kata sementara semua itu berasal dari-Mu dan kembali pada-Mu ? Bagaimana mungkin aku aku memutuskan harapan sementara ia telah sampai pada-Mu? Bagaimana mungkin keadaanku tidak menjadi baik sementara ia berasal dari-MU dan kembali kepada-MU?”

“Tuhanku, betapa Engkau sangat mengasihiku padahal aku begitu dungu. Betapa Engkau menyayangiku padahal begitu buruk perbuatanku.”

“Tuhanku, betapa Engkau sangat dekat kepada-Ku dan betapa aku sangat jauh dari-Mu.”

“Tuhanku, Engaku sangat mengasihiku. jadi, apakah yang menghijabku dari-MU.”

“Tuhanku,lewat perubahan keadaan dan pergantiaan masa aku menyadari bahwa engkau hendak memperkenalkan diri-Mu kepadaku dalam segala sesuatu sehingga aku tidak lalai dari-Mu dalam setiap waktu.”

“Tuhanku ketika dosa-dosa membuatku bisu,kemurahan-Mu membuatku kembali bicara. Setiap kali peragaiku membuatku putus asa, karunia-MU membuatku kembali berharap.”

“Tuhanku, siapa yang kebaikannya berupa keburukan,apalgi keburukannya? Dan siapakah kebenarannya sekedar pengakuaan, tentu pengakuaannya hanya palsu.”

“Tuhanku,keputusan-Mu yang pasti berlaku dan kehendak-MU yang tak tertolak membuat kelu mereka yang pandai bicara dan membuat ringkih mereka yang tampak berlebih.”

“Tuhanku, betapa banyak ketaatan yang kulakukan dan keadaan yang kuperbaiki, tiba-tiba harapanku kepadanya dihancurkan oleh keadilan-Mu. Namun, karunia-Mu kemudian membebaskanku darinya.”

“Tuhanku, Engkau mengetahui bahwa  meskipun aku tidak terus melakukan ketaatan, namun aku tetap berniat dan mencintai ketaatan.”

“Tuhanku, bagaimana aku bertekad sementara Engkaulah yang menentukan? Tetapi,bagaimana aku tidak akan bertekad sementara Engkau yang memberi perintah?”

“Tuhanku, hilir-mudikku di alam benda ini menjauhkan perjalanan. Maka ,dekatkanlah aku kepada-Mu lewat peng-abdian yang menghantarkanku kepada-Mu.”

“Tuhanku bagaimana mungin sesuatu yang bergantung kepada-Mu dijadikan petunjuk kepada-Mu? Adakah yang lebih terang dari-Mu sehingga dapat dijadika petunjuk kepada-Mu? Kapankah Engkau tersembunyi sehingga dibutuhkan dalil yang menunjukan keberdaan-Mu? dan kapankah Engkau jauh sehingga alam ini dianggap bisa menghantarkan kepada-Mu?”

“Tuhanku,sungguh telah buta mata orang tidak mampu melihat-Mu sebagai Zat yang dekat dan mengawasi. Dan sungguh merugi hamba yang tidak meyertakan cinta kepada-Mu.”
“Tuhanku, Engkau menyuruhku kembali ke alam ini. Maka, kembalikan aku kepadanya diliputi selubung cahaya dan petunjuk mata hati sehingga aku bisa kembali kepada-Mu darinya dengan jiwa terpelihara dari mencintainya dan enggan bersandar  kepadanya. Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

“Tuhanku, ajarkan kepadaku samudra ilmu-Mu yang terjaga! Lindungi aku dengan rahasia nama-Mu yang terpelihara!”

“Tuhanku, wujudkan aku dalam hakikat orang-orang yang dekat dengan-Mu dan nmasukan aku kejalan orang yang ditarik menuju-Mu.”

“Tuhanku kelurkan aku dari hinanya diri! sucikan aku dari keraguaan dan syirik sebelum masuk liang kubur! Kepada-Mu aku meminta pertolongan. Maka, tolonglah aku! kepada-Mu aku bersandar maka jangan tinggalkan diriku! Keopada-Mu aku mengaitkan diri maka jangan jauhkan diriku! Dipintu-Mu aku bersimpuh maka jangan kauusir aku! Kepada-Mu aku meminta maka jangan kecewakan diriku! Serta karunia-Mu yang kuinginkan maka jangan Kau haramkan aku darinya!”

“Tuhanku rida-Mu sana sekali tidak bergantung pada sebab dari-Mu. Maka,bagaimana mungkin rida-Mu bergantung pada sebab dariku? Engkau Mhacukup dengan zat-Mu sehingga tidak membutuhkan manfaat dari-Mu. jadi bagaimana mungkin Engkau membutuhkan sesuatu dariku?”

“Tuhanku, ketentuan dan ketetapan-Mu telah mengalahkanku. Namun, hasrat terhadap ikatan syahwat telah menawanku. Karena itu, jadilah penolong yang menolongku dan menolong yang lain lewat diriku. Cukupkan aku dengan kemurahan-Mu sehingga aku tak perlu lagi meminta. Engakulah yang menerbitkan cahaya di dalam hati para wali-Mu sehingga mereka mengenal dan mengesakan-Mu. Engkaulah yang menghilangkan kotoran dunia dari hati para kekasih-Mu sehingga mereka tidak mencintai selain-Mu dan hanya bersandar kepada-Mu. Engkaulah penentram hati mereka ketika dunia merisaukan mereka. Engkaulah yang memberinya petujuk kepada mereka sehingga semua tanda menjadi terang . Adakah yang tersisa bagi mereka yang kehilangan-Mu? Sungguh malang orang yang rida dengan selain-Mu dan sungguh rugi orang yang beranjak dari-Mu.”

“Tuhanku, bagaimana mungkin aku berharap kepada selainMu sementara Engkau tidak pernah berhenti melimpahkan kebaikan? Bagaimana mungkin aku meminta kepada selainMu sementara Engkau senantiasa mmemberi anugerah? Wahai Zat yang menciptakan manisnya munajat kepada para kekasih-Nya sehingga mereka bersimpuh mesra dihadapan-Nya. Wahai Zat yang memakaikan baju keagungan-Nya kepada para wali-Nya sehingga mereka bangga dengan kemuliaan-Nya. Engkaulah Zat yang ingat sebelum mereka ingat. Engkau tela berbuat baik sebelum mereka mengabdi. engkaulah yang dermawan, yang memberi sebelum mereka meminta. Engkaulah maha pemberi dan dan kemudian Kau pinjam pemberian tadi (untuk dibayar berlipat ganda)

“Tuhanku, panggilah diriku dengan rahmat-Mu sehingga aku sampai kepada-Mu. Tarik aku lewat anugerah-Mu sehingga aku mendatangi-Mu.”

“Tuhanku, harapanku kepada-Mu tidak pernah putus meskipun aku berbuat maksiat kepada-Mu; kecemasanku tidak akan pernah sirna meskipun aku menanti-Mu.”

“Tuhanku, dunia telah menyeretku kepada-Mu dan pengetahuankuakan kemurahan-Mu membuatku berdiri dihadapan-Mu.”

“Tuhanku bagaimana aku kecewa sementara Engkaulah harapanku? Bagaimana aku terhina sementara Engkaulah sandaranku?”

“Tuhanku, bagaimana aku merasa mulia sementara kaucampakan aku dalam kehinaan? Tetapi bagaimana aku tidak merasa mulia sementara kepada-Mu Kaukaitkan diriku?”

“Tuhanku,bagaimana aku tidak merasa fakir sementara Engkaulah yang menempatkanku dalam kefakiran? Namun, bagaimana aku merasa fakir sementara Engau mencukupiku dengan kemurahan-Mu? Hanya Engkau ,dan tiada Tuhan selain-Mu. Engkau telah memperkenalkan diri kepada segala sesuatu sehingga tida ada yang tidak mengenal-Mu. Engkau memperkenalkanku kepada segala sesuatu sehingga aku melihat-Mu dalam segala sesuatu. Wahai Zat yang dengan Rahman-Nya yang bersemayam dalam Arasy sehingga Arasy lenyap dengan naungan Rahman-Nya sebagaimana dunia lenyap dalam Arasy-Nya. Kaumusnahkan alam dengan alam dan  Kau lenyapkan dunia dengan kepungan cakrawala cahaya. Wahai Zat yang tersembunyi dibalik pagar kemuliaan-Nya sehingga tidak terjangkau pandangan mata. Wahai zat yang menjelma lewat sempurna keagunggan-Nya sehingga Tampak jelas keagunggan-Nya. Bagaimana mungkin Engkau tersembunyi padahal Engkau Maha-tampak? bagaimana mungkin Enkau gaib padahal engkaulah Pengawas Yang Mahahadir?”

Saya berharap semoga Allah melimpahkan hidayah-Nya melalui tulisan ini. Sungguh Dia Maha Mendengar, Maha Dekat. dan Maha Mengabulkan.Salawat dan salam semga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, kepada keluargannya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya hingga hari akhir.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2011 in Doa

 

One response to “>Munajat Ibnu Athaillah

  1. nandafebrian26

    Agustus 13, 2011 at 3:18 pm

    full information…………..blog nya bagus banget…….sya pnya blog jdi kpngen mmpunyai artikel sprti…ini…….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: