RSS

>~ Pencarian ~

18 Mar

>

Paling aku tidak mengerti

bagaimana mahu menyeru-Mu

jika nama juga hijab

antara Engkau dengan aku.

Engkau esa

tiada hijab menemani Mu

mana mungkin Engkau terhijab.

Berapa banyak hati sudah hancur luluh

dalam merindui Mu

berapa banyak fikiran telah berkecai

dalam mencari Mu.

Engkau dekat

tetapi bila didekati Engkau menjauh

bila berhenti Engkau melambai

bila dikejar Engkau menjauh kembali.

Bila aku di tangga rumah Mu

Engkau menutup pintu

bila aku undur

Engkau membuka jendela

bila aku mengintai

Engkau melabuhkan langsir.

Dalam kepayahan ini

daku perlukan penawar

penawar itu ada pada tangan Mu

namun aku malu menghulurkan tanganku yang cemar

untuk disambut oleh tangan Mu yang suci.

Aku tidak tergamak meminta Engkau menjadi teman

kerana aku tidak pernah membuktikan kesetiaan sebagai sahabat

namun hatiku gila kepada Mu

tetapi aku malu memanggil Engkau kekasih

kerana aku tersangat hodoh dan hina.

Janganlah Engkau murka

lantaran si hodoh dan hina ini mengasihi Mu.

Wajahku yang hodoh dan hina

tidak layak Engkau tatapi

Wajah Mu yang cantik berseri

tidak layak aku tatapi

di atas tangga rumah Mu aku terlena

dengan harapan mataku tidak terbuka lagi

kerana aku tidak tahan merindui Mu.

Izinkan daku bermalam di tangga rumah Mu

dan memejam mataku di situ

agar apabila Engkau membuka pintu

Engkau memandang kepada ku

walaupun daku tidak memandang kepada Mu.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2011 in Puisi, Syair

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: